Berita

teguh santosa/rmol

Politik

HARI PERS NASIONAL

Teguh Santosa: HPN 9 Februari Tidak Menafikkan Perjuangan Insan Pers Era Kebangkitan Nasional

RABU, 10 FEBRUARI 2016 | 08:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Salah satu pengurus harian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teguh Santosa menilai gugatan yang dilayangkan sementara kalangan mengenai peringatan Hari Pers Nasional (HPN) setiap tanggal 9 Februari wajar.  

"Secara pribadi saya menganggap wajar kalau masih ada hal demikian. Mungkin yang berpandangan seperti itu punya alasan sendiri," kata Teguh kepada redaksi sesaat lalu (Rabu, 10/2).

Meski begitu Teguh yang menjadi Ketua Panitia Pelaksana HPN 2016 yang digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat, mengajak insan pers tidak terjebak dalam perbincangan yang tidak produktif dan bersifat tautologis.


Teguh mengatakan pekerjaan jurnalis adalah mengawal perjalanan bangsa ini ke depan, menjaga agar Republik Indonesia bisa benar-benar menjadi negara seperti yang dicita-citakan pendiri bangsa.

"Pers Indonesia berhadapan dengan persoalan yang lebih pelik hari ini. Kontribusi kita untuk bangsa dan negara ditunggu-tunggu masyarakat. Ini jauh lebih penting," tukasnya.

Gugatan mengenai penetapan Hari Pers Nasional kembali dibicarakan segelintir kalangan pers mengiringi penyelenggaraan HPN 2016. Kepala Penelitian Pengembangan (Litbang) Kompas, Daniel Dhakidae, misalnya, mengatakan bahwa keputusan pemerintah menetapkan peringatan hari pers pada 9 Februari berdasarkan Kepres 5/1985 adalah keliru.

Daniel mengatakan, jika ditelisik dari sejarah, maka kelahiran Medan Prijaji pada medio Januari 1907, adalah titik kelahiran pers nasional. Hal tersebut karena Medan Prijaji adalah surat kabar pertama milik pribumi, yang terbit secara mingguan.

Hal senada disampaikan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Suwarjono. Organisasi yang dia pimpin, kata dia, menolak penetapan HPN pada tanggal 9 Februari karena tanggal tersebut adalah hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

"Kami mendorong pemerintah untuk meninjau ulang HPN dengan melakukan kajian dengan masyarakat pers dan pada sejarawan untuk menentukan HPN. Agar peringatan yang dimaksud tidak hanya untuk merayakan satu organisasi pers saja," ujar Suwarjono.

Terkait keberatan ini, Teguh Santosa mengatakan, perdebatan mengenai tanggal HPN sudah selesai, karena pada dasarnya hampir semua komponen pers, organisasi profesi dan organisasi perusahaan pers, menerima dan ikut mendukung pelaksanaan HPN.

Teguh yang juga mantan anggota AJI itu mengatakan, dirinya bisa memahami keberatan organisasi profesi jurnalis tertentu yang merujuk pada praktik relasi kekuasaan dan pers nasional di masa Orde Baru.

Tetapi menurutnya, sejarah adalah sebuah proses yang dinamis dan tidak berhenti. Dalam hal ini, relasi yang tidak sehat antara kekuasaan dan pers nasional seperti yang terjadi di masa Orde Baru sudah dikoreksi bersama-sama.

"Dewan Pers yang kita hormati sebagai payung etika dan hukum masyarakat pers nasional juga mendukung pelaksanaan HPN pada tanggal 9 Februari. Begitu juga  berbagai organisasi profesi dan organisasi perusahaan media yang mainstream," katanya lagi.

Dia menambahkan, sebagai Ketua Panitia HPN 2016 dirinya tidak merasa sedang bekerja untuk mempersiapkan perayaan ulang tahun PWI yang lahir pada 9 Februari 1946.

"Saya melihat tanggal 9 Februari 1946 sebagai tonggak penting yang meneguhkan peran insan pers dalam konteks perjuangan bangsa merebut kemerdekaan, tanpa menafikkan peranan pers sejak era kebangkitan nasional," demikian Teguh. [dem]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya