Berita

foto: net

"Jihad Akbar" Guru Honorer Siapkan Pasukan Berani Mati

RABU, 10 FEBRUARI 2016 | 08:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sekitar 10 ribu honorer se-Indonesia akan mengepung gedung Istana Negara di Jakarta, Rabu (10/2). Ratusan honorer telah disiapkan untuk menjadi pasukan berani mati dalam "jihad akbar" guru honorer.

Demikian diungkapkan Koordinator Aksi Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I), Ithong Riyanto di Jakarta, Rabu (10/2).

Ithong memaparkan, pasukan berani mati ini adalah perwakilan honorer dari tiap kabupaten se-Indonesia. Mereka rela menyiapkan dirinya dalam aksi akbar untuk menagih janji Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi, agar diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).


Ithong juga mengungkapkan, ratusan orang honorer ini adalah orang yang secara sukarela dan ikhlas menjadi "martir" dalam aksi akbar ini.

"Mereka menawarkan dirinya sendiri tanpa ditunjuk atau dipaksa. Benar-benar keinginan mereka sendiri menjadi "martir" dalam aksi ini," ungkap Ithong.

Ditambahkannya, aksi berani mati yang dimaksud ialah, ratusan orang tersebut adalah orang terakhir yang akan bertahan sampai aksi terakhir dalam keadaan apapun.

"Meski dibubarkan secara paksa, direpresif oleh aparat, ratusan orang ini tak akan mundur selangkah pun sampai tuntutan dipenuhi. Hingga mati sekalipun, mereka sudah siap," tegas Ithong.

Ithong menjelaskan, dasar aksi tersebut ialah untuk menegaskan sikap Menpan-RB Yuddy Chrisnandi terhadap janjinya yang akan mengangkat para honorer Kategori 2 menjadi PNS. "PNS untuk honorer ini ialah harga mati. Karena mereka ini telah mengabdi lama. Pemerintah telah berjanji dan kami akan menagihnya," cetusnya.

Diketahui, para honorer kategori 2 dari seluruh Indonesia akan melakukan aksi "jihad akbar" di depan Istana Negara, Jakarta. Aksi ini untuk mendesak Presiden Jokowi agar memerintahkan Menpan-RB Yuddy Chrisnandi menepati janjinya untuk mengangkat honorer tersebut menjadi PNS.

Rencananya, aksi ini akan dilakukan dengan bentuk mogok kerja selama tiga hari oleh para honorer se-Indonesia. Aksi ini pun didukung oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya