Berita

foto: net

Penanganan DBD Juga Harus Fokus Ke Sekolah-sekolah

RABU, 10 FEBRUARI 2016 | 06:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Beberapa daerah saat ini telah dinyatakan mengalami kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD). Sementara di Jakarta, hingga akhir Januari 2016, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov DKI Jakarta, tercatat 611 orang dirawat di rumah sakit di seluruh Jakarta karena menderita DBD. Selain di permukiman, Dinkes diminta juga fokus melakukan pencegahan DBD di seluruh sekolah-sekolah yang ada di Jakarta.

Permintaan ini disampaikan Anggota DPD RI asal Jakarta, Fahira Idris di Jakarta, Rabu (10/2).

"Anak-anak sangat rentan terkena DBD. Hampir tiap hari, dari pagi hingga siang bahkan sore mereka ada di sekolah. Makanya dari 611 orang itu, 40 persennya siswa. Jadi kalau sekolah bebas dari DBD maka kemungkinan terjangkit sangat minim. Saya minta Dinkes juga fokus ke semua sekolah-sekolah di Jakarta. Kita sangat berharap, DBD di Jakarta jangan sampai memakan korban dan jangan sampai terjadi KLB. Pemprov harus serius, sama seriusnya dengan mengurus banjir," ujar Fahira.


Walau pencegahan DBD bukan hanya tugas Pemprov DKI, tetapi seluruh warga, namun Pemprov adalah aktor utama penangan DBD. Ini karena dari tiga poin penting pencegahan DBD mulai dari pengobatan penderita DBD, pemberantasan nyamuk, hingga program 3M (menguras, menutup dan mengubur), peran Dinkes sangat signifikan.

"Bagi penderita agar tidak menular, harus mendapatkan pengobatan dan penanganan yang baik dan benar, termasuk diisolasi dan ini domainnya ada di Dinkes dan Rumah Sakit. Membunuh nyamuk yang efektif lewat pengasapan juga domainnya Dinkes. Hanya 3M yang yang peran masyarakat signfikan, itu juga harus ada kampanye dari Dinkes," ujar perempuan yang juga Wakil Ketua Komite III DPD di mana salah lingkup tugasnya adalah bidang kesehatan ini.

Fahira juga mengingatkan, selama musim hujan dimana biasa DBD mewabah, Pemprov DKI harus memastikan tidak ada pasien DBD yang ditolak oleh rumah sakit karena ruang perawatan penuh atau alasan teknis lainnya. Selain itu, stok darah juga harus dijamin ketersediaanya.

"Jangan sampai ada pasien DBD yang ditolak. Stok darah yang biasanya pada Januari dan Februari menipis harus dicari solusinya agar terus ada. Pencegahan DBD ini sama pentingnya dengan pencegahan banjir selama musim hujan. Jadi Pemprov Jakarta harus bisa fokus menangani DBD," tukasnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya