Berita

Politik

Survei Terbaru: Hanya 3,6 Persen Masyarakat Anggap Ekonominya Meningkat

SELASA, 09 FEBRUARI 2016 | 13:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mayoritas masyarakat Indonesia tidak puas dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hasil survei International Opinion Survey (IOS) bekerja sama dengan Indonesia Development Monitoring (IDM) menunjukkan 59,6% reponden menyatakan tidak puas.

"Hanya 12,4 persen yang mengatakan puas, 21,8 persen biasa-biasa saja, adapun yang tidak berkomentar 6,2 persen," ujar Direktur Executive IDM Bidang Kajian Ekonomi Bisnis, Iwan Sumule, Selasa (9/2).

Dia mengatakan yang menyatakan puas merupakan anggota masyarakat yang menjadi relawan Jokowi-JK saat Pilpres 2014 lalu. Dengan demikian, kata Iwan Sumule, harapan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi-JK selama hampir 1,5 tahun belum terpenuhi.


"Harapan hanya terpenuhi oleh para relawan Jokowi-JK," katanya.

Lebih lanjut dikatakan dia, terkait keadaan ekonomi rumah tangga masyarakat, survei memotret 3,6% dari masyarakat Indonesia merasa ekonominya meningkat dan pendapatannya bertambah. Sebanyak 22,4% responden mengatakan biasa-biasa saja dan mengatakan pendapatan mereka sudah tidak dapat disisikan untuk ditabung, atau dengan kata lain komsumsi dan pendapatan mereka impas.

"Sementara 69,6 persen mengatakan ekonomi keluarganya semakin kekurangan dan terpaksa mengurangi sebagian anggaran keperluan sembako dan sandang akibat tingginya biaya hidup di pedesaan dan perkotaan, sementara
yang tidak menjawab 4,4 persen," papar Iwan Sumule.

Survei dilakukan oleh IOS yang berkantor di Washington DC dan IDM pada 25 Januari hingga 5 Februari 2016. Survei dilakukan di 486 kabupaten/kota di 33 provinsi dengan jumlah responden 2002 dari berbagai jenjang pendidikan. Tingkat kepercayaan surprei 98% dan margin of error +/- 2.60%.

Iwan mengatakan sumber pembiayaan didapat dari dana bantuan Internasional dari negara Jepang dan Amerika Serikat serta beberapa negara di Eropa. Survei jajak pendapat ini menghabiskan dana sebesar Rp 375.102.000.

"Metode survei yang digunakan metode multistage random sampling. Survei dilakukan dengan cara wawancara  tata muka  dan pengisian kuasioner," demikian Iwan Sumule.[dem]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya