Berita

Meutya Hafid/net

Politik

Meutya Hafid Dorong Pers Semakin Terbuka Dan Dewasa

SELASA, 09 FEBRUARI 2016 | 11:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengucapkan selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2016 yang diperingati hari ini. Ucapan ini terkhusus ditujukan kepada para insan pers yang konsisten berjuang di jalurnya menegakkan pilar keempat demokrasi.

Untuk diketahui, Komisi I DPR juga membawahi bidang informasi dan pers.

Meutya mengatakan salut dan bangga kepada para pekerja pers karena pers saat ini mengalami tantangan yang tidak mudah.


"Jika di era orde baru, pers dikekang dan tidak bebas, sekarang pers menjadi amat bebas. Sehingga tanggung jawabnya lebih berat, karena harus mampu mengerem dirinya sendiri, dengan memegang kode etik jurnalistik, memperhatikan persatuan dan kesatuan bangsa, dan prinsip tidak membodohi masyarakat," ujar Meutya di Jakarta, Selasa (9/2).

Di hari pers nasional tahun ini, Meutya mengharapkan pers terbuka dan dewasa terhadap banyak masukan maupun kritikan dari masyarakat, terutama jurnalistik di televisi sebagai media yang paling banyak digunakan saat ini.

"Pers sebagai pilar kekuatan rakyat, hendaknya juga responsif terhadap masukan dari masyarakat. Berikanlah informasi yang benar, kurangilah berita yang dapat memecah belah apalagi membodohi masyarakat," ujarnya.

Legislator Golkar dapil Sumatera Utara I ini menambahkan Komisi I DPR berkomitmen untuk terus mendukung kebebasan pers. Namun jangan lupa, pers juga memiliki tanggung jawab yang luar biasa besar.

"Ini kami harus ingatkan di hari pers nasional ini, agar wajah pers Indonesia terus baik ke depan," tukasnya.

Sebelum berkantor di Senayan, Meutya Hafid selama sekitar 10 tahun bekerja sebagai wartawan media televisi nasional. Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian adalah ketika dirinya disandera di Irak pada tahun 2005. Berbagai penghargaan diperoleh oleh Meutya diantaranya; penghargaan Elizabeth O’ Neil Award dari Pemerintah Australia; lima Tokoh Pers Inspiratif versi Mizan; hingga Kartu Pers Nomor Satu dari Persatuan Wartawan Indonesia. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya