Berita

SEMARAK HPN 2016

Jokowi: Pers Kita ‎Lahirkan Pesimisme

SELASA, 09 FEBRUARI 2016 | 11:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

‎ Presiden Joko Widodo ‎mengkritisi pemberitaan media massa saat ini yang menurutnya cenderung menumbuhkan pesimisme, hanya mengejar rating dan mengangkat hal-hal yang sensasional semata.

"Kadang media kita justru mempengaruhi kita menjadi pesimis dan juga banyak yang terjebak pada berita-berita yang sensasional. Apalagi kalau ditambah dengan komentar pengamat-pengamat, makin rame,"‎ kata Jokowi di acara puncak peringatan Hari Pers Nasional 2016 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (9/2).

‎Jokowi pun menyebut beberapa contoh berita yang menimbulkan pesimisme dan sangat mengganggu masyarakat. Antara lain berita berjudul "Indonesia Diprediksi Akan Hancur, "Semua Pesimis Target Pertumbuhan Ekonomi Tercapai." Juga berita berjudul "Pemerintah Gagal Aksi Teror  Tak Akan Habis Sampai Kiamat Pun," dan "Kabut Asap Tidak Teratasi, Riau Terancam Merdeka."


‎"Ada berita yang serem lagi, Indonesia akan bangkrut, hancur, rupiah bakal tembus 15 ribu, Jokowi-JK akan ambruk, akan ambyar," sebut Jokowi.

"Kalau judul-judul seperti ini terus diteruskan, dalam era kompetensi seperti sekarang ini yang muncul pesmisme, etos kerja yang tidak terbangun dengan baik, hal-hal yang tidak produktif, padahal itu hanya sebuah asusmsi-asumsi tapi akan sangat mempengaruhi," sambung Jokowi.

Jokowi menyatakan bahwa cahaya moral, pembentuk karakter dan mentalitas bangsa ada di media, ada di pers. Sementara kalau berita seperti itu muncul, katanya, hanya melahirkan ketidakpercayaan. Padahal di era seperti sekarang ini yang dibutuhkan trust, kepercayaan.

"Modal akan mengalir kalau ada kepercayaan, kalau tidak ada kepercayaan jangan harap ada arus uang masuk, arus investasi masuk, arus modal masuk.‎ Kepecayaan itu yang bisa membangun media, pers. Persepsi muncul, image muncul karena berita-berita yang kita bangun," katanya.‎[dem]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya