Berita

Profesor Larycia Hawkins/net

Politik

Pengalaman Profesor Larycia Hawkins Contoh Perjuangan Membela Kebebasan Beragama

SELASA, 09 FEBRUARI 2016 | 09:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengalaman Profesor Larycia Hawkins menjadi contoh perjuangan membela kebebasan beragama dan solidaritas lintas umat beragama sangat beresiko sekalipun di negara yang telah memiliki tradisi demokrasi beratus tahun seperti di Amerika Serikat.

Begitu disampaikan pengamat politik senior DR Muhammad AS Hikam.

Profesor Larycia Hawkins diskors dan bahkan akan dipecat dari jabatannya sebagai pengajar tetap dalam bidang ilmu politik oleh pihak Wheaton College, Amerika Serikat, setelah memposting status di Facebook bahwa ia akan memakai jilbab pada Hari Advent.


Sikap demikian dipilih perempuan kulit hitam dan seorang Kristiani itu sebagai solidaritas kepada umat Islam karena umat Islam dan umat Kristiani menyembah Tuhan yang sama.

Dia berpandangan tidak pada tempatnya jika terjadi diskriminasi terhadap kaum muslimin di negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, hanya karena perbedaan keyakinan.

Dihukum kampusnya, Larycia bergeming. Bukan saja beliau tampil memakai jilbab pada peringatan Hari Advent, tetapi juga pada perayaan Hari Hijab Sedunia, sebagai tanda solidaritas dan empatinya kepada umat Islam di AS.

Setelah para kolega dosen melayangkan protes kepada pihak kampus, pemecatan tidak dilakukan. Tetapi Larycia mengundurkan diri dari Wheaton College setelah ada perundingan tertutup (confidential) antar pihak kampus dan dirinya.

"Ada kalanya sebuah lembaga pendidikan tinggi, yang seharusnya paling depan dalam memegang teguh toleransi, hak asasi, dan kebebasan akademis, ternyata gagal dalam pelaksanaan," tulis Hikam di akun facebooknya, Selasa (9/2).

"Perjuangan LH (Larycia Hawkins) hanya salah satu dari sekian banyak kasus yang terjadi di seluruh dunia yang dihadapi oleh para aktivis perlindungan HAM dan relasi harmonis antar umat beragama," masih kata Hikam.

Di Indonesia sendiri kata doktor politik lulusan Hawaii of University ini, kasus yang dialami Larycia Hawkins mungkin belum pernah terjadi tetapi bukan tidak mungkin akan muncul. Sebabnya kondisi relasi lintas umat beragama yang juga mengalami kemerosotan.

"Sosok seperti LH akan menjadi rujukan yang memberikan semangat kepada semua pihak yang memperjuangkan nilai-nilai luhur demi kehidupan yang harmonis antar umat beragama," demikian Hikam.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya