Berita

Bakamla Cek MV Ocean Carrier Angkut Limbah Uranium

SELASA, 09 FEBRUARI 2016 | 08:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) akan mengecek muatan MV Ocean Carrier, Selasa (9/2).

‎Kapal berbendera Hongkong yang kandas di perairan Pulau Sambu, Kepulauan Riau itu diduga membawa muatan limbah nuklir.

‎Pengecekan dilakukan untuk memastikan kebenaran rumor yang beredar.

Laksma Maritim UK Agung, Kepala Kantor Keamanan Laut (Kamla) Zona Maritim Wilayah Barat, mengatakan, kapal yang berawak ABK 22 orang itu kandas di Batu Berhenti, sebelah utara Pulau Sambu, Kepulauan Riau dan seluruh awak sudah dievakuasi.

‎Kapal saat ini berada di dermaga Sambu untuk diadakan pengecekan.

‎Menurut pengakuan nahkoda kapal, Huang Ha, demikian Agung menjelaskan, kapal Ocean Carrier bermuatan pasir besi.  Namun rumor yang beredar terdapat kesimpangsiuran informasi bahwa bukan pasir yang diangkut tetapi limbah uranium.

‎Bakamla akan bekerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan instansi terkait dalam pemeriksaan tersebut.

‎"Kami akan cek dengan seksama muatan kapala tersebut dan mengapa kapal itu kandas. Karena ada rumor bahwa kapal tersebut bermuatan limbah nuklir, Bakamla akan bekerja sama dengan Bapeten dan instansi aparat terkait dalam pengecekan. Jika memang bermuatan limbah nuklir, ini sangat berbahaya bagi keamanan dan keselamatan laut wilayah Kepri," ujar Agung.

‎‎Dalam perjalanan dari Iran menuju Tiongkok, kapal MV Ocean Carrier kandas di Selat Phillips pada pukul 04.00, Rabu (3/2) pada posisi 01 11 225 U-103 53 056 T.

‎Kapal yang berbobot 33.456 GT akan menuju pelabuhan terakhir Yangjian, Tiongkok. Kapal kandas di perairan batu Berhenti, setelah  keluar jalur ke sebelah kanan karena menghindari kapal lainnya yang memotong dari arah Indonesia menuju Singapura.[dem]‎

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya