Berita

Cucun Ahmad Syamsurijal/net

Politik

Garda Bangsa Siap Jalankan Rekomendasi Mukernas PKB Tolak LGBT

SENIN, 08 FEBRUARI 2016 | 12:06 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Keputusan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tahun 2016 yang menolak perkawinan sejenis atau lebih popular disebut LGBT (lesbian, gay, biseksual dan trandsgender/transeksual) mendapat dukungan penuh Dewan Koordinasi Nasional Gerakan Pemuda Bangsa (DKN Garda Bangsa). Garda Bangsa siap berada di baris paling depan untuk menjalankan keputusan tersebut.

"Garda Bangsa siap berada di garda terdepan dalam melaksanakan keputusan Mukernas PKB. Termasuk menolak keras LGBT yang ingin melegalkan perkawinan sejenis," tegas Ketua Umum DKN Garda Bangsa, Cucun Ahmad Syamsurijal, Senin (8/2).

Cucun berharap masyarakat tidak terjebak dengan isu-isu yang dimainkan LGBT. Ia menegaskan, LGBT adalah jargon yang dipakai untuk gerakan emansipasi di kalangan non-heteroseksual untuk berusaha mencari dukungan kepada khalayak bahwa kalangan minoritas dalam hal seksualitas masih terbatasi.


"Namun, secara tegas agama Islam dan agama-agama lainnya melarang perkawinan sejenis. Kita tidak dapat mentolerir perkawinan sejenis tumbuh di Indonesia," ucapnya.

Menurut Cucun, langkah PKB menurunkan kiai-kiai kampung sebanyak 1.000 orang untuk melawan pemikiran radikal juga harus diacungkan jempol. Ia pun berharap para kiai kampung juga dapat memberi pencerahan bagi para pelaku LGBT.

"Saya yakin jika kiai-kiai kampung PKB dan Garda Bangsa bergerak beriringan maka LGBT akan dengan mudah kita patahkan. Tentunya harus mendapat dukungan masyarakat," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Sekjen DKN Garda Bangsa, Nasirudin Cholil. Menurutnya, keputusan Rakernas PKB terkait LGBT merupakan keputusan para kiai yang diambil melalui sidang yang sangat cermat.

"Sudah selayaknyalah Garda Bangsa mendukung langkah PKB yang dinaungi para kiai. Kita akan mengawal terus keputusan tersebut," katanya.

Bagi Garda Bangsa, kata Nasir, keputusan para kiai PKB menolak LGBT adalah keputusan final dan mengikat. Tidak ada toleransi bagi perkawinan sejenis di Indonesia.

"Kita akan bersatu dengan masyarakat jika ada indikasi dilakukannya perkawinan sejenis di teretorial NKRI," tukasnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya