Berita

foto: rmol

RR: Hanya Ada Di Indonesia Adagium "Pejuang Pers Dan Pers Pejuang"

SENIN, 08 FEBRUARI 2016 | 08:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya, Dr. Rizal Ramli menjadi keynote speaker dalam Konvensi Nasional Media Massa dengan tema "Menjawab Tantangan Pembangunan Poros Maritim dan Menghadirkan Kesejahteraan" di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (8/2). Konvensi ini bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2016.

RR sapaan akrabnya, menyebutkan, dalam legenda demokrasi, pers ditempatkan sebagai pilar keempat melengkapi eksekukutif, legislatif dan yudikatif. Substansi pers ada dua hal. Pertama, untuk menjaga keseimbangan sistem triaspolitika. Kedua, bersama kekuatan civil society menyalurkan suara publik sebagai bentuk demokrasi langsung, untuk mengawal dan mengontrol apabila sistem demokrasi perwakilan (karena legislatif dan eksekutif dipilih melalui pemilu) kurang efektif.

Akan tetapi dalam prakteknya, ungkap RR, pers hanya bisa berfungsi sebagai pilar keempat demokrasi apabila memperoleh dukungan dari pilar yang lain. Sebab apabila ketiga pilar lainnya lemah, pers hanya akan menjadi seperti "anjing menggonggong dan khafilah tetap berlalu".


"Itulah sebabnya di negara-negara yang kehidupan demokrasinya lemah, pers dianggap hanya menimbulkan kebisingan dan kebablasan. Akibatnya, insan pers sering menjadi target tindak kekerasan, baik oleh kelompok-kelompok tertentu di masyarakat atau dari rezim penguasa," ungkapnya.

RR menambahkan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri Indonesia, peran pers jauh lebih dalam lagi. Bukan sekedar pilar keempat, tapi juga menjadi salah satu pilar tegaknya kemerdekaan.

"Itu sebabnya hanya ada di Indonesia adagium "Pejuang Pers dan Pers Pejuang"," terang dia.

Menurut RR, adagium "Pejuang Pers dan Pers Pejuang" ini hidup di masyarakat Indonesia karena sejarah yang mencatatnya. Dunia jurnalistik nasional memang dibangun oleh kalangan intelektual yang selain nasionalis, keberpihakannya kepada rakyat 24 karat. Seperti Raden Mas Djokomono yang lebih dikenal dengan Tirto Adhi Soerjo, yang bukan saja dikenal sebagai pelopor penggunaan surat kabar sebagai alat perjuangan, tapi juga salah seorang yang menginisiasi lahirnya Boedi Oetomo pada 1908.

"Kita juga mengenal Djamaludin Adinegoro, yang salah satu putrinya aktif di dunia jurnalistik. Atau salah satu pendiri RRI Moehammad Joesoef Ronodipoero, yang saat menjadi wartawan Radio Jepang Hoso Kyoku, menggunakan radio tempatnya bekerja untuk menyiarkan Proklamasi Kemerdekaan RI ke seluruh dunia," bebernya.

Lanjut RR, terlalu banyak untuk disebut satu per satu tokoh pers nasional yang terlibat secara aktif dalam perjuangan memerdekakan negeri ini. Karena pada umumnya intelektual pada masa itu kalau tidak menjadi jurnalis, mereka menulis di surat-surat kabar perjuangan.

"Karena itu, karya-karya jurnalistik pada zaman itu selalu berpihak kepada nilai-nilai perjuangan," ujar RR. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya