Berita

Pemilihan Anggota Bermasalah Momentum Bubarkan BPH Migas

MINGGU, 07 FEBRUARI 2016 | 19:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

‎RMOL. Presiden Joko Widodo harus membatalkan proses pemilihan anggota Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).‎

Direktur Eksekutif Energy Watch Ferdinand Hutahaean mengatakan ‎pemilihan anggota BPH Migas sarat rekayasa.‎

‎Bahkan adanya anggota pansel yang justru diajukan menjadi anggota BPH Migas mengindikasikan proses pemilihan bermasalah dan tidak layak diteruskan. 

‎‎"Presiden tidak boleh membiarkan masalah ini berlalu begitu saja tanpa adanya tindakan tegas," kata Ferdinand kepada Kantor Berita Politik RMOL.‎

‎B‎ila Presiden Jokowi membiarkan kasus ini berlalu begitu saja dan bahkan mengesahkan anggota BPH Migas, sebut Ferdinand, dapat disimpulkan bahwa presiden turut mengamini proses pemilihan yang bermasalah dan presiden turut mendukung terjadinya kebobrokan.‎

‎"Presiden harus membuktikan revolusi mental dengan tindakan nyata dan bukan sekedar jargon basa basi," tegasnya.

‎‎Tak hanya itu, kata dia, Presiden juga perlu meninjau ulang keberadaan BPH MIGAS. Evaluasi mesti dilakukan karena berdasarkan pengamatan di lapangan, badan ini tidak ada gunanya sama sekali dan justru hanya menambah keruwetan dalam tata kelola migas nasional. 

‎‎D‎itambah lagi, masyarakat pembeli BBM harus dibebani iuran BPH Migas sebesar 0,3%. Sangat aneh, kata dia, ‎sebuah badan yang tidak berguna tapi masyarakat harus membiayainya. ‎Memang kalau dilihat porsentasinya sangat kecil namun bila ditotal dari penjualan BBM nasional, iuran dari masyarakat yang didapat angkanya sangat besar.

‎‎"Untuk apa BPH Migas ada? Bukankah fungsi pengaturan cukup berada dibawah Dirjen Migas? Maka itu lebih baik bubarkan BPH Migas karena tidak berguna dan hanya menambah beban bagi masyarakat," katanya.‎

‎"Tidak ada alasan untuk mempertahankan BPH MIGAS, bubarkan dan biarkan Dirjen Migas yang melakukan pengaturan di sektor ini. Evaluasi teradap BPH Migas sangat penting demi perbaikan tata kelola migas nasional," tukasnya.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya