Berita

Produksi Perkebunan Naik, Kemendag Diminta Berkoordinasi

MINGGU, 07 FEBRUARI 2016 | 17:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Pertanian Amran Sulaiman diyakini telah bekerja keras memenuhi kualitas produksi pertanian dan perkebunan nasional.

"Kerja keras ini harus diapresiasi lantaran Mentan tidak hanya berusaha‎ memenuhi kebutuhan dalam negeri tapi juga berorientasi ekspor," kata ‎Jurubicara Lembaga Survei Kedai Kopi, Hendri Satrio, kepada wartawan di Jakarta, Minggu (8/2).

‎Penilaian Hendri ini terkait kinerja ekspor perkebunan.‎ Sayangnya menurut Hendri yang juga dosen di Paramadina, kerja keras Mentan belum dikomunikasikan dengan baik sehingga jangankan dimengerti rakyat, koleganya yakni Menteri Perdagangan pun tidak mengerti.


"Nah sebaiknya Menteri Perdagangan koordinasi dan diskusi lagi dengan Mentan sehingga Mendag bisa menyelesaikan tugasnya menurunkan harga kebutuhan pokok dan tidak sibuk buang body lagi," jelas Hendri.

Komoditas perkebunan merupakan andalan ekspor  Indonesia. Data BPS Januari-November 2015 menunjukkan neraca perdagangan subsektor perkebunan surplus Rp 290,7 triliun mampu menutupi defisitnya neraca perdagangan subsektor tanaman pangan, hortikultura dan peternakan. Dengan demikian subsektor ini mampu menyumbangkan neraca perdagangan pertanian total 2015 menjadi surplus Rp 168,9 triliun.

Namun akibat gejolak harga dan krisis global tahun 2015 ini turut berdampak pada menurunnya kinerja ekspor perkebunan. Surplus neraca perdagangan perkebunan 2015 pun menurun dibandingkan 2014.

Komoditas yang terkena dampak paling berat akibat krisis global adalah kelapa sawit dan karet.  Harga rerata ekspor sawit tahun 2015 sebesar USD 0,53/kg turun dibandingkan 2014 sebesar USD 0,70 /kg sehingga walaupun volume ekspor kelapa sawit 2015 naik 16,0% dibandingkan 2014, namun nilai ekspornya menurun 11,3%.   

Demikian juga rerata harga ekspor karet tahun 2015 sebesar USD 1,41/kg menurun dibandingkan 2014 sebesar USD 1,81/kg, sehingga meskipun volume ekspor karet naik 0,26% tetapi nilai ekspornya menurun22,0%.

Walaupun indikator kesejahteraan petani dari Niali Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) secara keseluruhan meningkat, namun akibat krisis global ini berdampak nyata terhadap kinerja ekspor perkebunan, sehingga NTP dan NTUP Pekebunan Rakyat menurun. Pada tahun 2015 NTP Perkebunan Rakyat turun 4,12 dan NTUP Perkebunan Rakyat turun 2,14 (sumber: BPS, 2016).

Penurunan harga ekspor yang tajam telah memukul income dari 5,8 juta petani kelapa sawit dan 11,5 juta petani karet sehingga tergelincir pada garis kemiskinan. Penurunan harga ekspor sawit Rp 1.245/kg maka petani sawit menderita kerugian Rp 38,4 triliun.

Demikian juga harga ekspor karet turun Rp 2.685/kg maka petani karet merugi Rp 8,8 triliun. Produksi kelapa sawit 2015 meningkat 5,4% dan karet 5,3% (angka prognosa 2015) menjadi kurang berdampak pada income petani dan devisa negara, bila pasar ekspor belum ditangani dengan baik. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya