Berita

peluncuran satelit korut/net

Dunia

Korsel: Peluncuran Satelit Korut Tak Termaafkan

MINGGU, 07 FEBRUARI 2016 | 13:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejumlah negara menanggapi geram langkah Korea utara yang meluncurkan satelit obeservasi bumi pada Minggu (7/2).

Satelit yang diberinama Kwangmyongsong-4 itu dikabarkan berhasil memasuki orbit sekitar 10 menit setelah lepas landas dari pusat ruang Sohae di provinsi Pyongan Utara.

Korea Utara kerap menyebut bahwa satelit itu merupakan murni program luar angkasa yang merupakan bagian dari perkembangan ilmiah. Namun Amerika Serikat dan Korea Selatan menuding bahwa Korea Utara mengembangkan rudal balistik antara benua yang bisa mencapai Amerika Serikat.


Menanggapi peluncuran satelit tersebut, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menyebut bahwa negeri Paman Sam akan bekerjasama dengan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah-langkah signifikan terhadap Korea Utara.

Kerry menyebut bahwa peluncuran tersebut merupakan pelanggaran mencolok atas resolusi PBB terkait dengan teknologi rudal balistik.

Kerry juga menyebut bahwa peluncuran itu merupakan tantangan besar atas destabilisasi yang tidak dapat diterima bagi perdamaian dan keamanan dunia.

Sementara itu Presiden Korea Selatan Park Geun-hye menyebut bahwa peluncuran itu merupakan hal yang tak termaafkan. Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yun Byung-se pun menegaskan bahwa akan ada langkah lanjutan dengan Amerika Serikat, Jepang dan Australia untuk menambahkan sanksi ke Korea Utara.

Jepang pun ikut bereaksi. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan, peluncuran tersebut merupakan hal yang tidak dapat diterima, terutama setelah Korea Utara telah menguji perangkat nuklir bulan lalu.

"Kami akan merespon tegas, koordinasi erat dengan masyarakat internasional," katanya kepada wartawan seperti dimuat Reuters.

Jepang telah mengatakan bahwa pihaknya siap untuk menembak jatuh roket itu jika telah menjadi ancaman. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya