Berita

HPN 2016 - Anugerah Kebudayaan

Delapan Kepala Daerah Dinilai Pro Kebudayaan

MINGGU, 07 FEBRUARI 2016 | 08:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2016 di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat 9 Februari mendatang salah satunya akan diisi dengan pemberian Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat kepada delapan bupati/walikota yang telah membangun daerah dengan berbasis kebudayaan.
          
"Anugerah Kebudayaan ini adalah upaya awal bagi PWI Pusat dalam mengapresiasi gagasan dan kinerja mereka dalam mewarnai kebudayaan nasional dengan kekuatan karakter dan kearifan budaya lokal yang diaktualisasi, sesuai dengan kebutuhan dan tantangan masing-masing," ujar Ketua Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat - HPN 2016 Yusuf Susilo Hartono, Minggu (7/2).
          
Menurut Yusuf, di era otonomi daerah, bupati/walikota merupakan ujung tombak kebudayaan nasional. Bagamaimana tidak, ketika era sentralisasasi, otoritas berada di tangan pusat termasuk dalam hal kebudayaan. Kini dengan bergantinya era desentralisasi, otoritas itu suka tidak suka berpindah ke tangan daerah.


"Maka yang kita butuhkan hari ini dan ke depan adalah bupati/walikota yang melek dan pro kebudayaan," katanya. 

Diharapkan dengan adanya Anugerah Kebudayaan dapat merangsang bupati/walikota seluruh Indonesia berlomba-lomba menemukan kekuatan budaya lokalnya masing-masing. Kemudian menjadikannya sebagai landasan pembangunan sekaligus dalam menjawab tantangan regional maupun global.    

Yusuf menambahkan, wajah kebudayaan nasional pada hakekatnya adalah himpunan dari berbagai kebudayaan daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

"Karena itu, kalau kebudayaan di masing-masing daerah itu maju maka majulah wajah kebudayaan nasional kita," imbuhnya.

Proses seleksi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat sendiri dilakukan sejak Juni 2015 dengan aspek penilaian terdiri dari konsep personal bupati/walikota tentang kebudayaan dan aplikasinya pada pembangunan daerah, pencapaian kinerja pembangunan berbasis kreativitas dan karakter kebudayaan lokal, serta pengaruh/sumbangannya pada Indonesia dan kebudayaan nasional.

Berikut delapan bupati/walikota yang bakal diganjar Anugerah Kebudayaan PWI Pusat;
 
1. Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi Jawa Timur, menerima Anugerah Kebudayaan berbasis  revitalisasi tradisi lokal dan mobilisasi kesadaran masyarakat lewat berbagai festival.

2. Ali Yusuf, Walikota Sawahlunto Sumatera Barat menerima Anugerah Kebudayaan berbasis warisan cagar budaya, tenun, dan pariwisata.

3. Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta  Jawa Barat menerima Anugerah Kebudayaan berbasis revitalisasi tradisi Sunda, dengan keteladan partisipatoris.

4. Enthus Susmono, Bupati Tegal Jawa Tengah menerima Anugerah Kebudayaan berbasis religiusitas dan pewayangan sebagai medium komunikasi pembangunan.

5. Hugua, Bupati Wakatobi Sulawesi Tenggara menerima Anugerah Kebudayaan berbasis kearifan maritim, tradisi dan jaringan global.

6. Jimmy F. Eman, Walikota Manado Sulawesi Utara menerima Anugerah Kebudayaan berbasis keindahan alam, tradisi  yang diaktualkan, dan festival internasional.

7. Mochamad Ridwan Kamil, Walikota Bandung Jawa Barat menerima Anugerah Kebudayaan berbasis modernitas dan aktualisasi tradisi dengan dukungan teknologi dan media sosial yang mengglobal.

8. Wilhelmus Foni, Penjabat Bupati Belu NTT menerima Anugerah Kebudayaan berbasis penegasan jati diri Indonesia di wilayah perbatasan Timor Leste dan Australia. [wah]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya