Berita

foto: net

Politik

GMPPI: Kepala Daerah Terpilih Yang Bermasalah Jangan Dilantik

SABTU, 06 FEBRUARI 2016 | 13:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih hasil Pilkada serentak 2015 dijadwalkan akan digelar pada 11-12 Februari 2016 di Istana Negara Jakarta untuk gubernur dan wakil gubernur, dan tanggal 15 Februari 2016 untuk bupati/walikota dan wakil bupati/walikota di ibukota provinsi masing-masing.

Gerakan Masyarakat Pemantau Pemilu Indonesia (GMPPI) menghimbau kepada Kementerian Dalam Negari (Kemendagri) lewat Dirjen Otonomi Daerah untuk tidak melantik kepala daerah terpilih yang terlibat dalam kasus hukum.

Koordinator GMPPI Saiful Lonthor mengatakan, seperti lumrah diketahui, hasil Pilkada pada 9 Desember 2015 lalu telah melahirkan pelanggaran pemilu secara terang benderang dimana para kandidat melakukan segala macam cara yang sangat tidak mendidik masyarakat seperti, intimadasi, money politik, dan manipulasi suara, agar terpilih.


Makamah Konstitusi (MK) berdasarkan fungsinya telah menyidangkan perkara sengketa Pilkada yang diajukan oleh 147 pemohon. Namun MK lewat putusan selanya dipandang tidak menegakkan hukum secara substansi. MK telah berubah menjadi mahkamah kalkulator.

Saiful Lonthor menilai, MK tidak memberikan keadilan terhadap setiap pasangan yang mengajukan gugatan untuk mencari keadilan akibat telah dicurangi mengacu pada Pasal 157 dan Pasal 158 yang menguraikan tentang batas waktu pendaftaran gugatan dan persentase angka perselisihan 2 persen.

"Ini bukti nyata bahwa MK menjadi mahkamah kalkulator, dengan tidak melihat kecurangan subtansi," sebutnya.

Padahal, lanjut Saiful Lonthor, dengan jelas sesuai data-data yang dijadikan sebagai dalil gugatan menggambarkan pelanggaran hukum yang benar-benar terjadi.

Menurut Saiful Lonthor, kalau proses kecurangan ini terus-menerus dibiarkan, dan MK berubah menjadi mahkamah kalkulator maka akan menjadi contoh buruk untuk Pilkada selanjutnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya