Berita

Daud Yordan/net

Menpora Ikut Senang Daud Yordan Menang

SABTU, 06 FEBRUARI 2016 | 07:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Pemudan dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku ikut senang karena petinju Indonesia Daud 'Cino' Yordan berhasil mempertahankan gelar juara kelas ringan (61,2kg) World Boxing Organization (WBO) Asia Pasifik dan Afrika dengan mengatasi petinju Jepang, Yoshitaka Kato pada laga perebutan gelar di Jakarta, Jumat malam (5/2). Menpora pun berharap kemenangan ini menjadi modal bagi Daud untuk menjadi juara dunia lagi.

"Selamat buat Daud Yordan yang berhasil memenangi laga dan membawa Merah Putih tetap bisa berkibar di pentas tinju pro internasional. Berlatihlah lebih keras agar bisa meraih kembali menjadi juara dunia," kata Menpora di Jakarta, Sabtu (6/2).

Daud Yordan berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan WBO Asia Pasifik dan Afrika lewat kemenangan angka 88-84, 97-84 dan 88-83. Laga kali ini terpaksa dihentikan pada ronde 9 karena pelipis Daud sobek dan mengucurkan darah akibat benturan dengan kepala Kato.


Ini merupakan kali kedua petinju asal Kalimantan Barat ini mempertahankan sabuk juara kelas ringan WBO Asia Pasifik usai menang unanimous decision atas Maxwell Awuku pada awal Juni 2015 di Surabaya. Kemenangan atas Maxwell sekaligus menobatkan Daud sebaga juara kelas ringan WBO Asia Pasifik dan Afrika. Adapun gelar WBO Asia Pasifik disandang Daud setelah mengkanvaskan petinju Filipina Ronald Ponttilas pada ronde kelima pada laga di Pontianak, akhir 2014.  

"Semoga Daud Yordan segera bisa menjadi juara dunia di kelas ringan setelah dulu kehilangan gelar juara dunia di kelas bulu. Bagaimanapun, dia merupakan harapan terdekat bagi rakyat Indonesia yang ingin bangga memiliki kembali juara dunia di ring tinju," tambah Menpora.

Daud Yordan memang pernah menyandang gelar juara dunia kelas bulu WBO. Namun, ia kehilangan gelar itu setelah kalah TKO di ronde ke-12 dari penantangnya asal Afrika Selatan, Simpiwe Vetyeka pada April 2013. Simpiwe pula yang merebut gelar juara dunia kelas bulu WBA dari tangan petinju andalan Indonesia lain, Chris John lewat kemenangan TKO pada akhir 2013.

Berbeda dengan Chris John yang kehilangan gelar juara dunia karena tenaganya sudah berkurang akibat faktor usia, Daud Yordan kalah dari Simpiwe karena mengaku sudah mengalami kesulitan untuk bertahan di kelas bulu dan telah memiliki visi untuk naik kelas. Karena itu, menjadi juara dunia di kelas ringan merupakan tantangan yang harus bisa dibuktikan Daud yang kini dilatih pelatih asal Australia yang sebelumnya menangani Chris John, Craig Christian.

Selain mengucapkan selamat kepada Daud, Menteri asal Bangkalan Madura ini juga mengucapkan terima kasih kepada Mahkota Promotion yang dipimpin Raja Sapta Oktohari yang kembali bisa menghadirkan industri tinju level internasional di Tanah Air yang menghibur, sekaligus memberi kesempatan kesempatan kepada para petinju nasional untuk menapaki karir lebih tinggi. Menpora juga memuji kreativitas promotor mengemas event bertajuk Road to The World Champions ini dengan lebih atraktif dengan menampilkan laga tinju legendaris dan eksebisi selebritis.

"Saya berharap semakin banyak promotor tinju nasional yang bisa menghidupkan industri tinju di Tanah Air dan menghadirkan laga kelas dunia. Juga semakin banyak bermunculan petinju-petinju muda potensial yang kelak bisa mengikuti jejak para petinju legendaris nasional yang berhasil menjadi juara dunia," tutur Menpora. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya