Berita

Politik

Baleg DPR Jangan Putus Asa Mengundang KPK

JUMAT, 05 FEBRUARI 2016 | 13:15 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sebaiknya mengagendakan Rapat Dengar Pendapat dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pekan depan.

"Ketidakhadiran pimpinan KPK dalam rapat Badan Legislasi DPR kemarin siang tidak perlu dijadikan alasan untuk tidak diadakannya rapat dengar pendapat ulang,” ujar anggota Baleg DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat, lewat pesan elektronik ke redaksi, Jumat (5/2).

Martin menyarankan Baleg DPR agar sebaiknya menghubungi lebih dulu  pimpinan KPK untuk menanyakan waktu yang tepat untuk menjadwalkan ulang rapat pada minggu depan.


"Kalau mereka sudah menyetujui tanggal tertentu untuk diadakannya rapat, saya yakin pasti mereka akan datang. Ini sangat beda kondisinya dengan cara hanya mengirim undangan, meminta KPK hadir 2-3 hari kemudian di Baleg tanpa menanyakan waktu mereka yang tepat," jelasnya.

Menurut Martin, rapat dengan KPK bernilai sangat penting di saat Baleg sedang membahas revisi UU KPK. Selama ini, fraksi-fraksi DPR di Baleg selalu mengatakan rancangan revisi UU KPK didorong niat tulus memperkuat KPK dalam memberantas korupsi yang kian merajalela. Sedangkan di pihak lain pimpinan KPK menuding bahwa 90 persen isi draf revisi adalah untuk melemahkan KPK, bukan memperkuat KPK.

"Untuk mengklarifikasi kedua pendapat yang sangat bertolak belakang ini, ada baiknya bila Baleg DPR menjadwal ulang Rapat Dengar Pendapat dengan KPK minggu depan. Ini adalah demi membuat terang masalahnya,” pungkas Martin. [ald]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya