. Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Tarakan mengusulkan Prof. Lafran Pane sebagai pahlawan nasional. Lafran Pane adalah tokoh asal Padang Sidempuan, Sumatera Utara yang menggelorakan semangat kebangsaan di Yogyakarta, jelang dan setelah kemerdekaan Indonesia. Lafran Pane merupakan adik kandung dari dua tokoh nasional, Sanusi Pane (sejarawan) dan Armin Pane (sastrawan).
"Dilihat dari langkah-langkah yang dilakukan Lafran Pane pada masa itu, dan tujuan HMI tahun 1947, maka ia pantas jadi pahlawan nasional," kata Koordinator Presidium terpilih KAHMI Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes di Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (5/02).
Usulan ini akan dimatangkan dalam Seminar Nasional "Rekam Jejak Lafran Pane dalam Bingkai Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia" di Swiss-Belhotel, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (7/2). Kegiatan ini juga bagian dari syukuran 69 tahun HMI (5 Februari 1947-5 Februari 2016).
"Seminar ini bagian dari acara milad HMI dan merupakan acara inti dalam pelantikan KAHMI Tarakan periode 2016-2021," ungkap Sukardy A. Hamzah, Ketua Panitia Kegiatan Pelantikan dan Seminar Lafran Pane.
Seminar tentang Lafran Pane ini menghadirkan narasumber antara lain, Ir. Sofian Raga (Walikota Tarakan), dr. H. Khairul, M.Kes (Ketua Harian/Koordinator MD KAHMI Terpilih periode 2016-2021, Viva Yoga Mauladi (MN KAHMI Nasional-Wakil Ketua Komisi IV DPR RI), Hariqo Wibawa Satria (Penulis Buku Lafran Pane dan Direktur Eksekutif Komunikonten), dan Drs. H. Ahmad Fauzi Hasyim (Mantan Ketua Umum Badko HMI Jatim)
Seminar ini diadakan setelah pelantikan KAHMI Tarakan periode 2016-2021. Mereka yang akan dilantik antara lain, koordinator presidium dr. H. Khairul, M.Kes, angota presidium diantaranya Nanang Aini, S.Ag, Winarno, S.Pd, M.Pd, Nur Ashikin, SH, MH dan Kamal, SH, M.Pd.
Acara akan dimeriahkan berbagai tari-tarian daerah, paduan suara, penyerahan buku Lafran Pane karya Hariqo Wibawa Satria kepada KAHMI Tarakan, sambutan-sambutan, seminar kebangsaan tentang Lafran Pane, dan lain-lain.
"Narasumber hingga saat ini dipastikan hadir semua, persiapan terus dimatangkan, peserta yang hadir diperkirakan sebanyak 350 orang," jelas Sukardy A. Hamzah
KAHMI merupakan wadah berhimpunnya para alumni HMI, KAHMI berdiri tahun 1966. Awalnya KAHMI muncul di daerah-daerah sebagai ajang silaturrahmi antar alumni HMI, kemudian berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas). Hingga sekarang ini hampir di seluruh kota/kab di Indonesia ada KAHMI.
[rus]