Berita

Habiburokhman/net

Politik

Gerindra: Grass Root KMP Semakin Solid

JUMAT, 05 FEBRUARI 2016 | 09:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Polemik bubar atau tidaknya Koalisi Merah Putih (KMP) tidak perlu diperpanjang. Politik tingkat elit tentu dinamis, karena juga menyangkut kondisi obyektif masing-masing partai. Namun secara prinsip partai-partai pendiri KMP masih tetap setia pada platform perjuangan KMP, yakni mengawal empat pilar kebangsaan dan menolak neoliberalisme.

"Kami bisa memahami jika ada sebagian kawan (KMP) yang saat ini menyatakan mendukung pemerintah, mungkin hal tersebut penting untuk konsolidasi organisasi mereka," kata Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman kepada redaksi, Jumat (5/2).

Menurut Habiburokhman, sudah setahun lebih partai mereka terus diobok-obok meski sejak pengadilan tingkat pertama mereka terbukti benar dan menang secara hukum. Namun bukan berarti mereka tidak akan bersikap kritis jika pemerintah melenceng dari empat pilar kebangsaan dan membuat kebijakan yang neolib.


"Yang lebih penting, kami merasakan saat ini grass root atau massa di tingkat akar rumput KMP justru semakin solid. Ini bisa dengan mudah dipantau di media sosial yang tetap kritis terhadap jalannya pemerintahan," ujar Habiburokhman.

Jelas dia, sedikit saja kesalahan yang dilakukan tokoh-tokoh di pemerintahan akan langsung diganjar cercaan media sosial. Lihat saja bagaimana Menko PMK Puan Maharani yang terus dikritik di media sosial karena diberitakan meminta rakyat miskin diet, kita juga lihat bagaimana hebohnya respon netizen soal penangkapan Damayanti Wisnu Putranti, anggota DPR dari PDIP dalam kasus korupsi.

"Kalau di tingkat elit situasinya selalu dinamis, di tingkat grass root KMP situasinya tetap stabil dan bahkan semakin kritis terhadap pemerintah. Ini terjadi karena kondisi ekonomi yang tak kunjung membaik atau bahkan justru semakin buruk setelah satu setengah tahun pemerintah ini berkuasa. Harga-harga semakin mahal dan PHK semakin menggila, ini tidak bisa ditutup-tutupi karena dirasakan langsung oleh mereka," tukas Habiburokhman. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya