Berita

foto: penkostrad

Prajurit Kostrad "Nyambi" Ngajar PAUD Di Perbatasan

JUMAT, 05 FEBRUARI 2016 | 08:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Selain menjaga garis batas negara, prajurit dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia-Timor Leste Yonarmed 11 Komando Cadangan Strategis TNI-AD (Kostrad) juga ikut memperhatikan pendidikan.
 
Disela-sela waktu senggangnya, beberapa parjurit Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 11 Kostrad rela menjadi guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Guntur Geni ceria yang juga mereka dirikan, di Desa Nino, Kecamatan Bikomi Nilulat, Timor Tengah Utara, NTT.
 
Komandan Kompi 1 Satgas Pamtas RI-RDTL Kapten Arm Hendriyana mengatakan, awal pendirian PAUD bermula ketika melihat kondisi anak-anak di perbatasan yang tidak mendapatkan pendidikan layak.


"Hingga saat ini, sudah mencapai jumlah 20 anak didik yang ikut bergabung di PAUD Guntur Geni Ceria, kebanyakan anak-anak usia dini yang bergabung adalah dari masyarakat sekitar Desa Nino dan Inbate," ujar Kapten Arm Hendriyana, Jumat (5/2).

Bahkan kata Kapten Arm Hendriyana, anggota dari Pos TNI Nino ada yang "nyambi" ngajar di PAUD Guntur Geni Ceria setiap hari Kamis.

"Sedangkan hari lainnya biasa diajari oleh guru PAUD dari Inbate," katanya seperti dalam rilis Penkostrad.

Kapten Arm Hendriyana mengatakan Guntur Geni sendiri merupakan lambang satuan Batalyon Artileri Medan (Armed) 11/Kostrad Guntur Geni yang artinya Senjata Kilat Pamungkas. Nama itu disandingkan dengan PAUD yang ada di batas negeri itu, karena sejak awal PAUD itu dirintis oleh anggotanya dengan tujuan mencerdaskan anak perbatasan.

"Bangunan PAUD sendiri kita gunakan bekas gedung Pos TNI yang direnovasi termasuk dengan membantu menyediakan permainan bagi anak-anak yang dipasang di halaman PAUD itu," pungkasnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya