Berita

Politik

Sudirman Said Sebaiknya Mengaku Salah Ke Jokowi

JUMAT, 05 FEBRUARI 2016 | 00:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengakuan Menteri ESDM Sudirman Said di hadapan Komisi VII DPR bahwa ada ketidakyakinan untuk bisa merealisasikan proyek listrik 35.000 megawatt dalam empat tahun mendatang, bisa dijadikan pertanda bahwa Sudirman mulai berpikir realistis.

"Ini kabar yang bagus. Artinya Sudirman Said sudah mengakui kesalahannya yang terlalu berambisi mewujudkan proyek listrik 35.000 megawatt tanpa menyadari keterbatasan yang ada," kata Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA), Syaroni kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu.

Sudirman Said sebelumnya anti kritik, termasuk kritik dari Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli. Sudirman terlalu angkuh untuk menerima kritik karena merasa sudah didukung penuh oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan bahkan Presiden Jokowi juga sudah mulai terbius oleh ambisi tersebut.

Bila saat ini Sudirman Said sudah mulai menyadari keterbatasan itu, sebut Sya'roni, maka akan lebih hebat lagi kalau dirinya mengemukakan ketidakyakinan tersebut di hadapan Presiden Jokowi. Sehingga Jokowi tidak lagi sesumbar membanggakan proyek listrik 35.000 megawatt di hadapan publik.

"Tidak etis juga membiarkan presiden terus-terusan sesumbar untuk sebuah proyek yang sulit diwujudkan. Itu sama saja membiarkan presiden menjadi bahan tertawaan belaka. Kalau sudah demikian, presiden seakan sudah kehilangan kewibawaannya," terang Sya'roni.

Oleh karena itu, masih kata dia, Sudirman Said harus secepatnya menghadap presiden untuk merevisi proyek listrik 35.000 megawatt. Dan tidak ada salahnya, Sudirman Said juga segera berkonsultasi kepada Menteri Rizal Ramli untuk menetapkan target proyek listrik yang realistis.

"Karena bagaimana pun Kementerian ESDM di bawah koordinasi Kemenko Maritim dan Sumber Daya," tukas Sya'roni.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya