Berita

ilustrasi/net

Dunia

Gereja Anglikan Australia Tawarkan Perlindungan Bagi Pencari Suaka

KAMIS, 04 FEBRUARI 2016 | 11:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gereja Anglikan Australia akan menawarkan perlindungan bagi pencari suaka yang menghadapi ancaman untuk dideportasi ke Nauru.

Untuk diketahui bahwa Pengadilan Tinggi Australia pada Rabu (3/2) memutuskan bahwa kebijakan pemerintah Australia untuk mengirim pencari suaka ke pusat-pusat pemrosesan lepas pantai yang didanai oleh pemerintaha dalah konstitusional.

Keputusan itu berdampak pada deportasi 267 pencari suaka, termasuk 37 bayi ke pusat penahanan di Nauru.


Pejabat tinggi gereja Brisbane, Peter Catt menyebut, keputusan deportasi tersebut akan meyebabkan para pencari suaka menghadapi trauma dan pelecehan.

"Hal ini pada dasarnya bertentangan dengan iman kita, sehingga masyarakat gereja kita dipaksa untuk bertindak, meskipun ada kemungkinan hukuman individu terhadap kami," kata Catt.

"Secara historis, gereja telah memberikan perlindungan untuk mereka yang mencari perlindungan dari pasukan yang brutal dan menindas," tambahnya seperti dimuat BBC.

Dalam sebuah laporan medis yang dirilis oleh para dokter dari Komisi Hak Asasi Manusia Australia ditemukan bahwa 95 persen anak-anak yang ditahan di fasilitas penahanan Wickham Point di Darwin menunjukkan risiko gangguan stress pasca trauma.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa anak-anak berada di antara pihak yang paling mengalami trauma. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya