Berita

arief poyuono/net

Politik

KERETA CEPAT

Gerindra: Jokowi Pasti Tak Bisa Jawab

KAMIS, 04 FEBRUARI 2016 | 01:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo perlu menjelaskan dengan gamblang ihwal proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung ke publik.

Muncul anggapan proyek tersebut sarat pelanggaran aturan perundang-undangan dan markup (penggelembungan) harga.

"Sudah dipastikan Jokowi tidak bisa memberikan jawaban. Makanya Jokowi tidak akan siap memberikan penjelasan pada rakyat," ujar politisi Partai Gerindra Arief Poyuono, Rabu (3/2).

Menurut Arief, proyek kereta cepat yang digagas Menteri BUMN Rini Seomarno menjadi skandal besar sebab melabrak aturan perundang-undangan yang ada dan sarat markup. Meski begitu, Jokowi sepertinya tersirep dan sangat bernafsu dengan aksi Rini.

Berbagai paper dan kajian terkait biaya pembangunan kereta cepat di Eropa dapat disimpulkan bahwa biaya 5,5 miliar dolar AS yang dikeluarkan Indonesia terlalu mahal.

Arief membandingkan, berdasarkan data tahun 2012 biaya pembangunan kereta cepat di Jerman dengan panjang lintasan 250 Km dengan kecepatan rolling stock minimum 250 Km perjam hanya menghabiskan 2,145 miliar Euro.

Biaya itu dibutuhkan untuk medan lintasan yang sangat buruk, sedangkan dengan medan lintasan yang medium skenario hanya menghabiskan 990 juta Euro, dan untuk medan lintasan skenario yang terbaik senilai 495 juta Euro.

Biaya sebesar 5,5 miliar dolar AS meliputi biaya konstruksi dengan panjang lintasan sejauh 150 Km dengan 4 stasiun pemberhentian, dan pembelian rolling stock dengan kecepatan 250 Km perjam untuk kereta cepat Jakarta-Bandung juga kelewat mahal bila dibandingkan proyek serupa di China.

Padahal menurut arrolling stock, kata Arief, pembangunan dalam skenario medan lintasan yang sangat buruk per Km-nya dibutuhkan hanya 10 juta dolar AS. Belum lagi, biaya yang dikeluarkan pemerintah Indonesia belum termasuk biaya maintenance lintasan, biaya maintenance rolling stock dan biaya pengoperasiannya.

"Jokowi jangan dong terpengaruh gerakan-gerakan Rini Soemarno yang akan membuat negara bertambah hutang," saran Arief.

"Ingat loh waktu krisis 98 semua hutang luar negeri swasta ditanggung oleh pemerintah. Apa lagi ini, lima BUMN terlibat dalam pinjaman luar negeri, apa nanti bukan negara yang nanggung. Jokowi, agak waraslah berpikir," tukas Arief yang juga Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu .[dem

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya