Berita

joko widodo/net

Politik

GAS MASELA

Jokowi Harus Waspada Manuver Faisal Basri Cs

KAMIS, 04 FEBRUARI 2016 | 00:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo diimbau untuk berhati-hati dan mewaspadai manuver Faisal Basri dan kelompoknya terkait pengelolaan gas Blok Masela.

"Kelompok Faisal Basri cs bersama Menteri ESDM Sudirman Said yang memang sejatinya mereka adalah kelompok yang sama, terus bermanuver memaksakan pembangunan kilang terapung tengah laut Blok Masela agar menjadi kebijakan pemerintah," ujar Ketua Front Nasionalisasi Freeport (FNF) Jateng, Syukron Zonde, dalam pesan elektroniknya kepada redaksi, Rabu (3/2).

Manuver kelompok Faisal Basri cs, sebut Syukron, sangat miris karena tidak berpihak pada kepentingan nasional.

"Jika skema terapung tengah laut dilaksanakan, jelas yang paling untung adalah kelompok perusahaan migas asing, seperti Inpex dan Shell," imbuhnya.

Pemerintah lanjut Syukro, perlu waspada terhadap manuver Faisal Basri cs karena dari sepak terjangnya tidak berpihak pada kepentingan nasional.

Sebelumnya, Faisal Basri bersama Kuntoro Mangkusubroto dan Erry Ryana Hardjapamekas bermanuver membela mantan Direktur Pelindo II RJ. Lino atas segala perilaku kekuasaan menyimpangnya.

"Kelompok Faisal Basri cs tercatat dalam banyak hal justru melindungi RJ.Lino. Padahal terbukti secara hukum seorang Lino adalah tersangka korupsi akibat kebijakanna di Pelindo II," katanya.

Kelompok Faisal Basri cs, masih kata Syukron, juga bermanuver terkait permasalahan Freeport. Yang lebih mengerikan, kata dia, kelompok ini bahkan mendekat ke Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk bisa menjadi bagiannya sehingga segala manuver dan sepak terjang mereka berjalan mulus.

"Kelompok Kuntoro cs ini memang dalam berbagai catatan sejarahnya adalah kelompok yang membuat carut marut tata kelola energi kita sehingga jauh dari keberpihakan nasional kita," tukas Syukron.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya