Berita

pdip

Politik

Ngotot Revisi UU KPK, PDIP Tidak Konsisten!

RABU, 03 FEBRUARI 2016 | 14:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Revisi UU Nomor 30/2002 tentang KPK kembali menghangat dan jadi perbincangan menarik. Ada hal yang mencolok terkait sikap PDIP di isu ini. Pernah jadi fraksi yang sendirian menolak, kini PDIP jadi yang terdepan mendorong revisi.

Demikian disampaikan Direktur Gandhi Sentra Politik (Gaspol) Indonesia, Virgandhi Prayudantoro kepada redaksi, Rabu (3/2).

Ia mengatakan PDIP tidak konsisten. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini ingin UU KPK direvisi secepat mungkin. Padahal dulu pernah menjadi fraksi yang menolak saat masih berstatus oposisi di zaman era Presiden SBY.


Menurut Virgandhi, KPK sebagai lembaga antikorupsi merupakan salah satu harapan rakyat untuk memberantas korupsi di Indonesia.

"Kenapa harus ada sekitar empat poin yang akan direvisi nantinya. Kita harus bisa membuat kinerja KPK menjadi lebih baik lagi bukan malah dilemahkan nantinya," sebutnya.

Salah satu poin dalam draf RUU saat ini adalah membuat dewan pengawas KPK terlalu powerful.

Virgandhi menambahkan, Presiden Jokowi harus bisa melihat situasi ini dengan tegas, walaupun pengusul utamanya PDIP, Jokowi harus bisa mementingkan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan.

"Bila hal itu tidak bisa dicegah berarti rakyat tidak berharap banyak kepada pemerintah dalam hal memberatas korupsi," tutup Virgandhi. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya