Berita

yusril ihza mahendra/net

Yusril Ihza Ke Menteri Susi: Jangankan Permainkan Hukum Untuk Pencitraan

RABU, 03 FEBRUARI 2016 | 09:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kapal Silver Sea 2 (SS2) berbendera Thailand adalah kapal kargo yang membawa ikan dari Papua Nugini (PGN). Bukti-bukti manifest muatan dari PNG lengkap.

"Sejak berangkat dari PNG kapal tersebut tidak pernah masuk ke wilayah laut teritorial RI," kata pengacara nahkoha Kapal SS-2 Yotin Kuarabiab, Yusril Ihza Mahendra, Rabu (3/2).

Menurut Yusril, kapal berlayar di melalui Laut Arafura bagian Australia dan melintasi ZEE dari selatan TimTim, NTT, NTB dan Bali, Selatan Jawa, dan Barat Sumatera. Kapal ditangkap di kawasan ZEE dekat Sabang ketika akan melintas ke Phuket, Thailand.


"Mereka ditangkap bukan karena sedang mencuri ikan. Kapal tersebut kapal kargo bukan kapal penangkap ikan," jelas Yusril

Ia menjelaskan, kapal dikejar TNI AL karena radio panggilnya tidak menjawab panggilan kapal patroli TNI AL. Tapi tidak ada kewajiban kapal yang melintasi ZEE untuk menyalakan radio panggil. TNI tidak menemukan kesalahan apa-apa. Karena tidak temukan kesalahan yang menjadi kewenangan AL, kapal tersebut diserahkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk disidik.

Tambah Yusril, KKP sudah melakukan penyidikan sejak Agustus 2015 dan sudah menyerahkan berkas ke Kejaksaan. Tapi Kejeaksaan kembalikan karena tidak cukup bukti. Tegas dia, bolak-balik berkas menandakan bukti tidak kunjung cukup. Padahal penyidikan harus rampung 30 hari. Pengadilan harus putus 30 hari juga.

Lanjut Yusril, karena kapal membawa ikan dari PNG dan kapal tidak pernah masuk ke laut teritorial RI, maka kapal tersebut tidak menimbulkan kerugian apapun bagi RI. Ia mengungkapkan, kalau KKP mengatakan kapal tersebut mencuri ikan kekayaan laut RI dan melanggar kedaulatan RI, mereka wajib membuktikan tuduhannya di pengadilan.

Masih kata Yusril, KKP tidak perlu umbar pernyataan menuduh kapal tersebut pencuri kalau KKP tidak bisa buktikan di pengadilan. Sudah lama pihaknya mendesak KKP agar segera melimpahkan perkara ini ke pengadilan biar pengadilan putuskan salah atau tidak. Tapi sampai hari ini Jaksa Penuntut Umum mengembalikn lagi berkas ke KKP karena alat bukti tidak cukup.

"Negara kita negara hukum, karena itu jangan main-mainkan hukum untuk pencitraan. Hukum perlu bukti, bukan perlu dukungan politik. Lebih detil semua bukti penyanggah akan saya kemukakan di sidang. Kapan Bu Susi (Menteri KKP Susi Pudjiastuti) akan limpahka ke Pengadilan. Saya tunggu!" tukas Yusril. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya