Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, mengapresiasi Buku Pintar Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) terkait dengan penciptaan keamanan dan keselamatan laut Indonesia. Rizal mendorong bangsa Indonesia untuk membaca buku pintar tersebut.
Rizal mengatakan itu setelah menerima tiga buah Buku Pintar Bakamla RI dari Staf Ahli Bakamla RI (Pokja) Bidang Komunikasi Publik, AM Putut Prabantoro, dan disaksikan oleh Ketua Panitia Pusat Hari Pers Nasional (HPN 2016) Teguh Santosa, menyusul Rapat Kordinasi Peringatan HPN 2016, di Kantor Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Jakarta, Selasa (2/2).
Rizal menekankan bahwa bangsa Indonesia harus membangun lautnya. Pembangunan laut dimungkinkan jika keamanan dan keselamatan laut terjamin. Terwujudnya keamanan dan keselamatan laut tidak hanya dilakukan secara tradisional, tetapi harus memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Dan yang lebih penting, cara pandang bangsa Indonesia terhadap laut juga harus berubah bahkan direvolusi.
Sementara Teguh Santosa mengatakan bahwa Buku Pintar itu sejalan dengan tema besar yang diusung HPN 2016, yakni "Pers yang Merdeka Mendorong Poros Maritim dan Pariwisata Nusantara".
"Dalam penyelenggaraan HPN 2016 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kami juga berusaha ikut menanamkan kembali kesadaran kebaharian kepada insan pers Indonesia. Semoga ini akan mewarnai karya-karya jurnalistik wartawan Indonesia,†katanya.
Buku yang diserahkan adalah "Sinergitas Paradigma Lintas Sektor Di Bidang Keamanan dan Keselamatan Laut" (oleh Dicky R. Munaf, Susanto dan Tri Sulistyaningtyas), "Komando Dan Pengendalian Keamanan Dan Keselamatan Laut : Berbasis Sistem Peringatan Dini" (oleh Dicky R. Munaf dan Susanto) dan "Geopolitik dan Geostrategi : Keamanan dan Kedaulatan Laut" (oleh Dicky R. Munaf dan Susanto).
Dicky R Munaf adalah Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla RI, Laksda TNI (P) Susanto adalah Staf Ahli Bakamla RI Bidang Pengelolaan Tata Ruang Laut dan Tri Sulistyaningtyas adalah dosen di ITB.
Rizal Ramli juga menerima satu buku lagi, "Tahun 1511 - Lima Ratus Tahun Kemudian", yang ditulis oleh Laksdya TNI Y. Didik Heru Purnomo dan 30 wartawan seluruh Indonesia.
Buku yang terbit pada tahun 2011 dengan AM Putut Prabantoro sebagai Editor itu berbicara tentang sejarah kejatuhan Malaka pada tahun 1511 dan harapan wartawan Indonesia terhadap lautnya.
Didik Heru Purnomo yang pada saat ini adalah Ketua Institut Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (IK2MI) sebelumnya adalah Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut RI (Kalakhar Bakorkamla RI) yang sekarang berganti nama menjadi Bakamla RI.
[ald]