Berita

Hukum

Revisi UU KPK Lebih Baik Dilakukan Sesudah Revisi Dua UU Pokok

SELASA, 02 FEBRUARI 2016 | 16:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebaiknya dilakukan sesudah revisi UU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tuntas dilakukan DPR RI.

"Sekarang revisi UU tersebut sedang berjalan di DPR yang diharapkan selesai tahun ini. Kalau kedua UU Pokok (KUHP dan KUHAP) itu sudah selesai dibahas, barulah pas revisi terhadap UU Kepolisian, Kejaksaan, Mahkamah Agung dan KPK dilakukan. Bisa juga dilakukan secara bersamaan tahun depan," kata anggota Badan Legislasi DPR, Martin Hutabarat, beberapa saat lalu (Selasa, 2/2).

Menurutnya, dari kebijakan revisi ini akan terlihat bagaimana politik hukum negara Indonesia ke depan, termasuk arah pemberantasan korupsinya. Kalau revisi UU KPK tetap dipaksakan sekarang, Martin sama sekali tidak melihat urgensinya.


"Tidak ada alasan kuat yang mendesak untuk kita harus merevisinya sekarang. Sebab sekarang pun KPK bisa tetap berjalan. Lebih tepat dan bijak kalau revisinya dilakukan sesudah kedua UU Pokok tadi selesai," jelas politisi Gerindra ini.

Martin berharap alasan terkait urgensi ini bisa diutarakan oleh Pimpinan KPK, pada saat diundang Badan Legislasi DPR untuk diminta pendapatnya sehubungan usul revisi.

"Saya berharap benar jangan sampai terjadi revisi UU KPK dilakukan di DPR semntara rakyat menolak atau tidak menghendakinya sama sekali," pungkas Martin. [ald]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya