Berita

masinton pasaribu/net

Politik

Ada Kekuatan Besar Yang Mau Membungkam Masinton

SELASA, 02 FEBRUARI 2016 | 15:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jika melihat berbagai sumber berita dan kronologis yang disampaikan oleh Dita Aditia sendiri, dapat disimpulkan tuduhan pemukulan oleh anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu, terhadap Dita sangat kental dengan politisasi.

"Sebagai tenaga ahli DPR RI saya juga mengikuti perkembangan dan dinamika yang sedang terjadi di gedung wakil rakyat," kata Kordinator Perhimpunan Tenaga Ahli dan Staf Administrasi (Peta-DPR RI), Lamen Hendra Saputra, dalam keterangan persnya.
 
Wakil Ketua Fraksi PDIP di DPR, Arif Wibowo, di berbagai kesempatan sudah mengatakan, bahwa baik Tenaga Ahli maupun Staf Ahli yang melekat pada anggota DPR RI dari Fraksi PDIP haruslah anggota PDIP. Jadi jelas dan pasti sudah dilakukan verifikasi sebelum para TA dan SA diangkat. Hal ini berlawanan dengan fakta bahwa Dita Aditia selaku asisten pribadi Masinton tercatat sebagai kader Partai Nasdem.


"Kenapa sekarang pengakuan dari pihak Dita Aditia dia adalah kader Nasdem? Itu unsur politis yang pertama. Kedua, Masinton sendiri hari ini sedang konsentrasi mengusut tuntas kasus besar yang sangat merugikan RI seperti menjadi Inisiator Pansus Pelindo II, dan sedang menggalang Pansus Freeport," jelas Lamen.

Lamen mencium kesan ada upaya keras dari kekuatan "besar" untuk memberangus kekuatan kritis para aktivis yang hari ini bertugas di DPR RI.

"Kami menilai bahwa republik ini memang sangat membutuhkan sosok-sosok seperti Masinton yang dengan lantang menyuarakan kebenaran untuk mengusut kasus-kasus kakap," tegas Lamen.

Lamen juga mengaku tahu rekam jejak Masinton sebelum menjabat di DPR. Dulu, Masinton adalah aktivis mahasiswa yang terlibat aktif dalam perjuangan Reformasi '98. Karena itu dia yakin Masinton memiliki bekal pemahaman yang cukup tentang feminisme.

"Dia (Masinton) pasti sangat mengerti bagaimana cara memposisikan seorang wanita, apalagi yang terdaftar sebagai staf-nya di DPR," ucap Lamen.

Karena perkara ini sudah masuk ke ranah hukum, Lamen berharap publik mempercayakan penanganannya ke aparat penegak hukum. [ald] 

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya