Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Jepang Siapkan Investasi Rp 60,5 Triliun Di Bidang Transportasi Dan Listrik

SELASA, 02 FEBRUARI 2016 | 14:51 WIB | LAPORAN:

Kegiatan pemasaran investasi yang dilakukan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani, di Jepang pekan lalu, berhasil menjaring rencana investasi sebesar US$ 4,48 miliar atau setara Rp 60,5 triliun dengan kurs Rp 13.500 per dolar AS.

Nilai tersebut terdiri atas minat  melakukan perluasan investasi sebesar US$ 40 juta, minat investasi baru sebesar US$ 1,725 miliar dan komitmen investasi ditandai dengan telah memiliki izin prinsip (IP) sebesar US$ 2,719 miliar.
 
Dalam kegiatan roadshow pemasaran investasi di Jepang yang dilaksanakan 25-28 Januari tersebut, Kepala BKPM secara berturut-turut telah melakukan promosi investasi ke empat prefektur yaitu Aichi (Nagoya), Okayama, Tokyo dan Saitama.


"Kunjungan yang dilakukan bertujuan untuk meyakinkan calon investor potensial serta bertemu dengan investor existing dan menyelesaikan beberapa persoalan yang mereka hadapi," katanya dalam keterangan resmi kepada media, Selasa (2/2).
 
Franky juga menyampaikan bahwa hal yang menarik untuk dicermati adalah minat investasi yang muncul tersebut tidak lagi didominasi oleh sektor-sektor tradisional investor Jepang seperti sektor otomotif dan elektronik.

"Terutama di sektor properti dan pembangunan terminal di bandara NTB, diharapkan diversifikasi melalui sektor-sektor baru ini akan terus berlanjut," jelas Franky.
 
Dari total minat investasi yang terkait dengan perluasan investasi perusahaan Jepang yang ada di Indonesia, sebesar US$ 40 juta datang dari bidang industri isolasi tahan panas. Sementara minat investasi baru sebesar US$ 1,725 miliar terdiri dari minat investasi di bidang moda transportasi massal (US$ 1,1 miliar), pembangunan pembangkit listrik (US$ 400 juta), pembangunan terminal bandara (US$ 200 juta), pembangunan jalur pipa gas (US$ 20 juta), industri bahan bangunan (US$ 3 juta), dan industri mesin pertanian dan komponennya (US$ 2 juta).
 
Selain itu juga terdapat juga komitmen investasi yang sudah memperoleh Izin Prinsip dari BKPM sebesar US$ 2,719 miliar yang terdiri dari pembangunan pembangkit listrik (US$ 2,7 miliar), pembangunan dan pengembangan property/real estate (US$ 10 juta), dan industri suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor roda empat atau lebih (US$ 9,2 juta).
 
"Mayoritas dari minat dan komitmen investasi tersebut berlokasi di Pulau Jawa. Selain itu ada beberapa minat investasi di bidang pembangkit listrik di Provinsi Sumatera Utara dan di bidang pembangunan terminal di NTB," lanjutnya.
 
Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi Jepang di Indonesia pada tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 6 persen dibandingkan periode 2014. Realisasi investasi Jepang tercatat sebesar US$ 2,87 miliar, dengan total proyek 2.030 proyek serta menyerap 115.400 tenaga kerja. Kontribusi utama investasi Jepang masih didominasi oleh sektor manufaktur, khususnya sektor otomotif, elektronika dan permesinan, serta sektor kimia dan farmasi.
 
Sedangkan untuk komitmen investasi Jepang di tahun 2015, nilainya mencapai US$ 8,1 miliar atau meningkat 95 persen dari tahun sebelumnya. Komitmen investasi tersebut berada di peringkat ketiga teratas dari daftar negara sumber komitmen investasi.

Di atas Jepang terdapat  Tiongkok sebesar USD 22,2 miliar atau naik 42 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, kemudian Singapura naik 69 persen menjadi US$ 16,3 miliar.  Setelah Jepang, Korea Selatan juga mencatatkan kenaikan komitmen investasi  86 persen menjadi US$ 4,8 miliar. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya