Berita

joko widodo/net

Politik

Jokowi Finalkan Pengembangan Blok Masela Setelah Bertemu Inpex Dan Shell

SELASA, 02 FEBRUARI 2016 | 09:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Joko Widodo belum memutuskan pengembangan blok Masela akan dilakukan secara onshore (di darat) atau offshore (di laut), sebelum bertemu dengan investor dan kontraktor yang akan mengembangkan Blok Masela. Jokowi ingin mengetahui secara langsung hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan wilayah di sekitar blok yang terletak di Kabupaten Maluku Tenggara.

"Tapi ini juga karena ada Pak Gubernur Maluku (Said Assagaff) saya kira juga perlu kita dengar juga hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan wilayah keinginannya seperti apa," kata Jokowi dalam pengantar rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (1/2).

Dalam pengantarnya Jokowi menekankan dua hal. Pertama, amanat konstitusi yang menyatakan secara tegas dan jelas bahwa pemanfaatan sumber daya alam itu harus benar-benar untuk semua orang dan bukan untuk segelintir orang atau sekelompok orang.


"Kedua, juga perlu saya sampaikan bahwa kita harus bisa memanfaatkan minyak dan gas, migas," ungkap Kepala Negara dilansir dari laman setgab.go.id.

Pemanfaatan minyak dan gas tersebut, lanjut Jokowi, harus menciptakan nilai tambah, untuk memberikan multiplier effect. Multiplier yang dimaksud pada perekonomian daerah dan pada perekonomian wilayah Timur terutama.

Seusai rapat terbatas, Menteri ESDM Sudirman Said menjelaskan, dalam rapat yang dipimpin oleh Presiden Jokowi dan dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja, seluruh argumen mengenai pengelolaan gas abadi Blok Masela, baik yang setuju di laut maupun di darat telah dikemukakan dengan terbuka tanpa tendensi apapun.

"Kami sepakat saya kira bahwa Presiden pasti akan mengambil keputusan yang terbaik bagi bangsa, bagi pembangunan daerah, bagi pertumbuhan ekonomi wilayah daerah," kata Sudirman.

Menurut Menteri ESDM, pesan presiden adalah apapun yang dipilih maka yang paling utamakan adalah bagaimana keberadaan proyek Masela itu bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi setempat.

"Jadi tahapan berikutnya adalah, presiden akan mengundang pihak Inpex dan Shell (investor), kemudian sesudah itu barangkali dalam waktu dekat akan segera difinalkan," tukas Sudirman. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya