Berita

joko widodo/net

Jokowi Belum Putuskan Soal Blok Masela

SELASA, 02 FEBRUARI 2016 | 09:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Rapat terbatas mengenai pengelolaan proyek lapangan gas abadi Blok Masela di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/2), belum memutuskan apakah pengelolaan itu akan dilakukan secara offshore (di laut) atau onshore (di darat). Ratas sendiri langsung  dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengakui masih adanya perbedaan pandangan yang sangat tajam antara di darat dan di laut. Menurut Seskab, perbedaan ini tentunya memperkaya Presiden dalam mengambil keputusan.

"Bahwa ada yang berargumentasi di laut dengan sejumlah argumentasi yang ada. Dari cost recovery kemudian juga apa, pendapatan negara dan sebagainya dan sebagainya. Termasuk juga yang berasumsi di darat akan menimbulkan multiplier effect bagi masyarakat sekitar," kata Pramono dilansir dari laman setgab.go.id.


Karena masih ada perbedaan yang sangat tajam yang sangat memperkaya Presiden di dalam mengambil keputusan, menurut Seskab, maka Presiden memutuskan untuk tidak diputuskan kemarin.

"Jadi keputusannya adalah tidak diputuskan hari ini (kemarin). Presiden akan mengundang secara khusus  kontraktor, maaf investor dalam hal ini Inpex dan Shell untuk didengarkan karena mereka yang nanti akan menjalankan" tegas Pramono.

Seskab menjelaskan, proyek lapangan gas abadi Blok Masela, di Kabupaten Maluku Tenggara itu akan menjadi proyek gas terbesar di dunia. Untuk itu, lanjut Seskab, memang perlu kesabaran untuk memutuskan. Karena keputusannya tidak boleh salah.

Mengenai suasana sidang kabinet itu sendiri, Seskab menilai sangat dinamis, sangat hangat. Ia menyebutkan, Presiden sangat happy dengan apa yang terjadi.

"Jangan kita berbeda itu di luar tetapi berbeda itu di dalam sidang kabinet. Jadi di dalam sidang atau rapat terbatas tadi memang ada perbedaan yang sangat meriah selama sidang kabinet yang ada," tukas politisi PDIP ini. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya