Anjloknya harga minyak dunia dimanfaatkan betul Malaysia untuk memberikan bensin murah bagi rakyatnya.
Per hari ini, Malaysia menurunkan harga jual bensin dan diesel.
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto memastikan kondisi serupa tidak akan terjadi di Indonesia. Kata dia, Pertamina masih perlu memantau harga minyak per tiga bulan untuk mendapatkan perhitungan yang sesuai.
"Kami kan masih harus memonitor per tiga bulan. Karena harga naik dan turun kan lihat per tiga bulan sesuai kesepakatan kita," ujar Dwi usai rapat dengan Komisi VII di Gedung DPR, Senin (1/2).
Dwi mengakui, dengan anjloknya harga minyak dunia, Pertamina mendapatkan untung dari penjualan BBM. Namun, dia lagi-lagi menyebut evaluasi harga baru bisa dilakukan setelah tiga bulan dari 5 Januari lalu.
"Tentu saja (profit) itu kan normal," katanya.
Penurunan harga jual diberlakukan Malaysia per hari ini. Bensin RON95 dijual menjadi 1,75 ringgit atau setara Rp 5.600 per liter dan diesel menjadi 1,35 ringgit atau setara Rp 4.320 per liter.
Jika dibandingkan dengan harga yang berlaku di Indonesia, sangat jauh berbeda. RON95 adalah jenis bensin yang setara dengan pertamax plus di Indonesia. Tapi, Malaysia mampu menjual lebih murah dari premium dengan RON88 yang dijual Pertamina dengan harga Rp 7.050 per liter. Dengan pertamax yang memiliki RON92, perbandingannya semakin jauh. Pertamax dijual Pertamanina Rp 8.350 per liter. Apalagi dengan pertamax plus yang masih dijual Rp 9.250 per liter.
Untuk diesel, setara dengan solar di Indonesia. Ternyata, harganya juga jauh lebih murah. Hari ini, Pertamina menjual solar Rp 5.650 per liter.[dem]