Berita

foto: net

Buruh Buka Data Perusahaan Yang Melakukan PHK Januari-Maret

SENIN, 01 FEBRUARI 2016 | 10:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ribuan buruh di sektor industri padat modal (capital intensive) mulai di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan puluhan ribu buruh lainnya berpotensi di-PHK, bahkan ribuan buruh di sektor padat karya pun sudah ter-PHK.

Demikian disampaikan Presiden Konfedrasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kepada redaksi, Senin (1/2).

KSPI menduga pemerintah dan Apindo/Kadin tidak mengumumkan ribuan PHK buruh ini karena dua faktor. Pertama, pemerintah berusaha "menutup-nutupi" angka PHK ini karena "takut" dianggap gagal dalam menjalankan paket kebijakan ekonomi. Nanti kalau sudah ramai di media tentang PHK ini barulah pemerintah akan mengumumkan sedikit-sedikit dan Apindo/Kadin akan mengamini perlahan-lahan yang kemudian ujung-ujungnya meminta insentif lagi.


Kedua, ketidakmampuan pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang salah satu penyebabnya kebijakan upah murah. Hal ini diperparah dengan sikap pengusaha yang menyatakan tidak ada efek apapun di sektor riil dari paket kebijakan ekonomi tersebut.

Said Iqbal menjelaskana, perusahaan raksasa dan menengah yang sudah pasti melakukan PHK ribuan buruh pada Januari-Maret 2016 ini adalah PT Panasonic (ada dua pabrik di Cikarang-Bekasi dan Pasuruan), PT Toshiba, PT Shamoin, PT Starlink, PT Jaba garmindo (tekstil), PT Ford Indonesia. Puluhan perusahaan yang bergerak dalam industri motor dan mobil seperti PT Yamaha dan PT Astra Honda Motor, dan PT Hino. Komponen motor dan mobil seperti PT Astra Komponen, PT AWP, PT Aishin, PT Mushashi, dan PT Sunstar.

"Perusahan-perusahan itu sudah mem-PHK dan akan mem-PHK ribuan karyawan kontraknya dengan tidak memperpanjang kontrak dengan pekerjanya lagi," sebut Said Iqbal.

Kesemua pabrik tersebut berlokasi di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Pasuruan, dan Medan. Bahkan anggota KSPI yang ter-PHK di industri pertambangan dan perminyakan (KKKS) sudah mulai melaporkan ancaman PHK terhadap puluhan ribu buruh.

Oleh karenanya, lanjut Said Iqbal, KSPI mendesak pemerintah wajib melindungi ribuan buruh yang sudah ter-PHK tersebut dan puluhan ribu lainnya yang terancam PHK di sektor elektronik, garmen, tekstil, motor, komponen motor dan mobil, perminyakan, dan jasa penunjang perminyakan dan pertambangan.

"KSPI juga mendesak hentikan retorika keberhasilan paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan dan hentikan proyek mercusuar seperti proyek kereta cepat," demikian Said Iqbal. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya