Berita

ilustrasi/net

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Siapa Untung Siapa Buntung?

MINGGU, 31 JANUARI 2016 | 20:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Polemik proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikerjakan PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) terus berlanjut. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono punya hitung-hitungan siapa yang untung dan rugi dalam proyek tersebut.

"Pembangunan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung memakan biaya 5,5 miliar dolar AS atau setara 80 triliun rupiah di luar cost untuk pembebasan lahan untuk jalur kereta milik PT Perkebunan Nusantara 8 dan PT Jasa Marga, karena aset kedua BUMN tersebut sudah dimasukan dalam penyertaan modal," kata dia, Minggu (31/1).

Kemudian, kata dia, seluruh pembiayaan menggunakan pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan fasilitas dari China Railway International Group (CRIG). PT Pilar Sinergi BUMN sebagai pemilik 60 persen saham PT KCIC, berkewajiban membayar kredit kepada CDB sebesar 48 triliun dalam waktu yang ditentukan, sementara CRIG menanggung sisanya. PT Pilar Sinergi BUMN terdiri dari PT WIKA, PT Jasa Marga, PT Perkebunan Nusantara VIII dan PT KAI.


"Keuntungan CRIG dalam proyek tersebut diantaranya ketika groundbreaking oleh Jokowi, saham CRIG langsung naik 3 persen," imbuh Arief.

Biaya yang dibebankan CRIG kepada PT KCIC, kata Arief yang juga Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, tiga kali lebih mahal dibandingkan proyek kereta api cepat rute Haikou-Sanya di China. Untuk rute Haikou-Sanya sejauh 305 kilometer, CRIG mematok biaya pembangunan perkilometernya senilai 10 juta dolar AS, sementara untuk kereta cepat Jakarta-Bandung perkilometernya dibutuhkan sebesar 33,3 juta dolar AS. Padahal, kontur tanah dan keadaan geologi jalur kereta cepat Haikou-Sanya lebih sulit dari pada jalur Jakarta-Bandung.

"Kerugian lainnya, semua peralatan dan equipment mulai dari rel, kabel, instalansi elektrik dan lokomotif diimpor dari China tanpa bea masuk. Dan rencananya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dikerjakan pekerja yang 89 persennya berasal dari China," papar Arief.

"Tidak satupun di negara-negara yang bekerja sama dengan CRIG dalam membangun high speed by railwy line, CRIG tidak meminta jaminan pemerintah. Sekalipun katanya pembiayaan menggunakan investasi private finance initiative atau murni tanpa mengunakan APBN, tetap saja CRIG akan meminta jaminan pada pemerintah berupa sovereign guarantee. Hal ini dibuktikan dengan Perpres 2016 yang baru dikeluarkan oleh Jokowi," papar Arief.

Jaminan dari pemerintah tersebut meliputi keberlangsungan proyek kereta api cepat hingga selesai dibangun dan pasca pengoperasian kereta selama masih merugi.

"Untuk mendapatkan pinjaman dari CDB, pasti CDB akan minta SLA (Subsidiary Loan Agreement) dari pemerintah untuk menjamin pinjaman PT Pilar Sinergi BUMN. Lalu kalau dalam perjalanan pengoperasian kereta api cepatnya terus merugi, para pemegang saham diminta untuk menyuntikkan capital work. Dan jika PT Sinergi Pilar BUMN gagal menyuntikan modal maka sahamnya di PT KCIC akan otomatis terdilusi," demikian Arief.[dem]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya