Berita

Frauke Petry/net

Dunia

Politisi Jerman: Bila Perlu, Polisi Tembak Migran Ilegal

MINGGU, 31 JANUARI 2016 | 16:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Polisi Jerman harusnya bisa menembak migran yang hendak masuk ke negara tersebut secara ilegal jika memang diperlukan.

Begitu pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh pemimpin partai sayap kanan populis Jerman,  eurosceptic Alternativ fuer Deutschland (AfD) Frauke Petry kepada surat kabar Jerman seperti dimuat BBC (Sabtu, 30/1).

"Saya juga tidak menginginkan hal semacam ini. Tapi penggunaan kekuatan bersenjata ada sebagai jalan terakhir," ujarnya.


"Itu adalah apa yang dikatakan hukum," tambah Petry.

Pernyataan itu merupakan komentar atas kebijakan "open-door" Kanselir Jerman Angela Merkel. Kebijakan tersebut membuat Jerman membuka pintu bagi migran yang hendak mencari perlindungan di Eropa.

Akibat dari kebijakan tersebut, sepanjang tahun 2015 tercatat ada sekitar 1,1 juta migran yang datang ke Jerman. Sebagian besar di antara mereka datang dari daerah konflik seperti Irak dan Suriah.

Banyaknya migran yang masuk ke Jerman berimbas pada masalah sosial seperti tingkat kriminalitas. Sebagian warga Jerman mulai mengkritisi kebijakan Merkel terutama sejak terjadi kasus pelecehan serta perampokan yang dilakukan sejumlah migran terhadap perempuan Jerman.

Namun demikian Merkel menegaskan bahwa kebijakan tersebut hanya memberikan perlindungan sementara kepada para migran. Mereka akan kembali ke kampung halamannya bila perang di negara mereka telah usai. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya