Berita

kanselir jerman angela merkel/net

Dunia

Kanselir Jerman: Pengungsi Akan Pulang Setelah Konflik Di Suriah Dan Irak Usai

MINGGU, 31 JANUARI 2016 | 13:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kanselir Jerman Angela Merkel membela kebijakan "buka pintu" kepada pengungsi yang ia keluarkan di tengah kritik dan hujatan yang membanjirinya.

Pada Sabtu (30/1) Merkel menegaskan bahwa kebijakannya tersebut adalah untuk menampung sementara pengungsi yang datang, terutama dari wilayah konflik seperti Irak dan Suriah. Namun demikian, Merkel menekankan bahwa para pengungsi itu akan pulang ke rumah setelah konflik di kampung halaman mereka berakhir.

Kata Merkel, penting untuk menggarisbawahi bahwa sebagian besar pengungsi hanya diizinkan tinggal di Jerman dalam periode tertentu.


"Kita perlu untuk mengatakan kepada orang-orang bahwa ini adalah status kependudukan sementara dan kami berharap bahwa setelah ada perdamaian di Suriah dan setelah ISIS dikalahkan di Irak, mereka bisa kembali ke negara asal mereka," kata Merkel dalam pertemuan regional Uni Demokratik Kristen (CDU) di negara bagian Mecklenburg-Vorpommern pada Sabtu (30/1) seperti dimuat Reuters.

Merkel menyebut bahwa kebijakan semacam itu pernah juga dilakukan Jerman sebelumnya. Sebanyak 70 persen pengungsi yang melarikan diri ke Jerman dari bekas Yugoslavia pada 1990-an telah kembali ke kampung halaman mereka.

Ia pun mendesak agar negara-negara Eropa lainnya juga menawarkan bantuan lebih bagi para pengungsi yang memerlukan bantuan.

Untuk diketahui bahwa Merkel menerapkan kebijakan "open-door" bagi pengungsi sjek tahun lalu. Akibatnya, pada tahun 2015 kemarin ada lebih dari satu juta pengungsi yang datang ke Jerman. Sebagian besar berasal dari Irak dan Suriah.

Kebijakan tersebut memicu kontroversi karena sebagian warga Jerman ragu soal bagaimana pemerintah akan mengintegrasi pengungsi dengan masyarakat Jerman. Selain itu, muncul juga sejumlah masalah kriminal dan kekerasan yang berkaitan dengan pengungsi.

Kendati dihujani kritik, Merkel menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan tetap dilakukannya dan ia menolak untuk menutup pintu bagi pengungsi ataupun menutup perbatasan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya