Berita

oso

Ekspedisi Merdeka

Oso: 2016 Tahun Kerja Nyata MPR

MINGGU, 31 JANUARI 2016 | 12:16 WIB | LAPORAN:

. Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) akan memaksimalkan Badan Pengkajian MPR untuk melaksanakan   salah tugas penting yang dipikul yakni mengkaji sistem ketatanegaraan secara intensif.

"Isu aktual yang dibicarakan untuk tahun 2016 adalah persoalan sistem ketatanegaraan. Dan untuk itu Badan Kajian MPR secara intensif melaksanakan tugasnya dan fokus menindaklanjuti arus besar aspirasi masyarakat, terkait amandemen UUD 1945 misalnya," kata Wakil Ketua MPR Osman Sapta, usai menggelar Rakor MPR di Hotel Stone, Denpasar, Sabtu malam (31/1).

Dalam kaitan amandemen UUD 1945, menurut Oso sapaan akrabnya, terbatas pada eksistensi lembaga MPR dan perlunya diaktifkan kembali sistem pembangunan nasional jangka pendek, menegah dan panjang.


Bagi MPR, dihidupkannya kembali sistem pembangunan nasional itu juga tak kalah penting dengan sistem ketatanegaraan lainnya.

"Dengan demikian sistem kita menjadi baku. Jangan lagi terjadi setiap pergantian presiden,sistem berganti pula." ujarnya.

Dia berseloroh,"Pemerintah sekarang berencana membangun tol laut. Ketika rezim berganti, tol laut berubah menjadi tol darat atau udara," ungkapnya.

Sedangkan terkait amandemen UUD 1945, Oso mengatakan amandemen yang dimaksud adalah tindaklanjut dari rekomendasi MPR tahun 2009-2014. "Substansinya adalah penguatan lembaga MPR dan diberlakukannya kembali GBHN," tegasnya.

Dengan adanya agenda ketatanegaraan tersebut, menurut Oso, tahun 2016 bagi MPR adalah tahun kerja untuk berkontribusi secara nyata untuk menyelesaikan persoalan bangsa, termasuk menata sistem ketatanegara sesuai jati diri dari ideologi dan dasar negara yakni Pancasila. [rus]

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya