Berita

Kemenpora Dan KNPI Launching Gerakan Wajib Kuliah Pemuda Indonesia

MINGGU, 31 JANUARI 2016 | 10:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), STIKBA, Institute Pubkisistik Thawalib Indonesia dan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdatul Ulama melakukan MoU dan launching Gerakan Wajib Kuliah Pemuda Indonesia 2016 di Kampus Pusat STIKBA Ciputat Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (3/1).‎ MoU dan launching ini dalam rangka membangun dan upaya meningkatkan pendidikan generasi muda Indonesia ke jenjang sarjana.

Dalam sambutannya Dr. Ilyas Indra, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Keguruan Suluh Bangsa yang juga rektor Institut Publisistik Thawalib Indonesia menyampaikan, gerakan wajib kuliah sudah dicanangkan sejak tahun 2014 dan tahun 2016 ini digelorakan kembali.

"Ini dalam rangka meningkatkan pemerataan pendidikan untuk generasi muda menjadi sarjana lebih banyak lagi di Indonesia dengan kemandirian dan biaya sendiri," kata Ilyas.


Sedangkan Ketua Umum DPP KNPI Fahd El Fouze Arafiq sangat mendukung Gerakan Wajib Kuliah Pemuda Indonesia dan mendukung kampus memberikan biaya yang terjangkau bagi generasi muda Indonesia sehingga anak muda sanggup menjadi sarjana.

Untuk mendukung gerakan ini, DPP KNPI akan menggulirkan gerakan wajib kuliah pemuda Indonesia ke seluruh Tanah Air untuk menciptakan SDM pemuda yang tangguh.

"Dan secara konkrit DPP KNPI akan memberikan beasiswa bagi generasi muda yang dhuafa dan tidak mampu," ungkapnya.

Sementara itu, Kemenpora diwakili oleh Asisten Deputi Tenaga dan Peningkatan SDM Pemuda dengan penuh semangat menyampaikan bahwa program yang diselenggarakan beberapa kampus bekerjasama dengan KNPI ini patut didukung pemerintah dimana saat ini masih pada program wajib belajar 9 dan 12 tahun tapi ini sudah menginisiasi program wajib kuliah untuk jadi sarjana sehingga tercipta SDM pemuda sarjana yang tangguh dan mandiri. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya