. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), STIKBA, Institute Pubkisistik Thawalib Indonesia dan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdatul Ulama melakukan MoU dan launching Gerakan Wajib Kuliah Pemuda Indonesia 2016 di Kampus Pusat STIKBA Ciputat Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (3/1).‎ MoU dan launching ini dalam rangka membangun dan upaya meningkatkan pendidikan generasi muda Indonesia ke jenjang sarjana.
Dalam sambutannya Dr. Ilyas Indra, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Keguruan Suluh Bangsa yang juga rektor Institut Publisistik Thawalib Indonesia menyampaikan, gerakan wajib kuliah sudah dicanangkan sejak tahun 2014 dan tahun 2016 ini digelorakan kembali.
"Ini dalam rangka meningkatkan pemerataan pendidikan untuk generasi muda menjadi sarjana lebih banyak lagi di Indonesia dengan kemandirian dan biaya sendiri," kata Ilyas.
Sedangkan Ketua Umum DPP KNPI Fahd El Fouze Arafiq sangat mendukung Gerakan Wajib Kuliah Pemuda Indonesia dan mendukung kampus memberikan biaya yang terjangkau bagi generasi muda Indonesia sehingga anak muda sanggup menjadi sarjana.
Untuk mendukung gerakan ini, DPP KNPI akan menggulirkan gerakan wajib kuliah pemuda Indonesia ke seluruh Tanah Air untuk menciptakan SDM pemuda yang tangguh.
"Dan secara konkrit DPP KNPI akan memberikan beasiswa bagi generasi muda yang dhuafa dan tidak mampu," ungkapnya.
Sementara itu, Kemenpora diwakili oleh Asisten Deputi Tenaga dan Peningkatan SDM Pemuda dengan penuh semangat menyampaikan bahwa program yang diselenggarakan beberapa kampus bekerjasama dengan KNPI ini patut didukung pemerintah dimana saat ini masih pada program wajib belajar 9 dan 12 tahun tapi ini sudah menginisiasi program wajib kuliah untuk jadi sarjana sehingga tercipta SDM pemuda sarjana yang tangguh dan mandiri.
[rus]