Berita

jokowi/net

Politik

Tolong, Presiden Jokowi Jangan Lemah Ke Freeport!

MINGGU, 31 JANUARI 2016 | 08:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintahan Jokowi-JK dinilai lemah terhadap perusahaan tambang asal Amerika Serikat, PT Freeport Indonesia. Pasalnya, hingga akhir masa izin ekspor konsentrat, pemerintah masih memberi harapan dan kemudahan bagi perusahaan asing untuk bertahan di Papua.

Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), Barri Pratama berpendapat bahwa mempermudah izin tanpa adanya smelter bukti adanya keberpihakan pemerintah khususnya Menteri ESDM Sudirman Said terhadap asing.

"Mempermudah izin tanpa adanya jaminan smelter menandakan keberpihakan Menteri ESDM Sudirman Said terhadap asing. Setelah Freeport tidak memenuhi kewajibannya membayar dividen, tidak transparan, tidak memenuhi target pembangunan smelter, kini dengan cara politis meminta Indonesia mengizinkan ekspor konsentrat lagi (keempat kalinya) tanpa harus membayar jaminan smelter sebesar USD 350 juta," sebut Barri, Minggu, (31/1).


Presiden Jokowi dinilai Barri harusnya mampu memberikan peringatan beberapa menteri kabinetnya yang telah terbukti menjual negara.

"Jangan lemah, Jokowi harus mengingatkan beberapa menterinya yang dengan mudah menjual negara, terlebih sebelumnya Menteri BUMN mendorong Antam dan Inalum untuk membeli 10,67 persen saham Freeport dengan harga tinggi. KAMMI mempertanyakan ke-Indonesia-an Jokowi jika tidak berani tegas kepada Freeport," tegasnya.

Barri menambahkan telah banyak pelanggaran Freeport terhadap pemerintah yang menandakan tidak adanya itikad baik mereka. Meski demikian, lanjut Barri, 2015 diketahui bahwa Freeport mampu memperoleh 1232 ons emas, naik dari tahun sebelumnya yang tercatat 1130 ons. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya