Berita

tb hasanuddin/net

TBH Minta Jokowi Pertimbangkan Ulang Rencana Libatkan TNI Untuk Stabilkan Harga Pangan

SABTU, 30 JANUARI 2016 | 00:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Menempatkan TNI berpartisipasi dalam menstabilkan harga pangan tidak sesuai dengan tugas dan fungsi TNI seperti yang diatur dalam UU 34/2004. Dalam pasal 7 ayat 2 b tentang OMSP (operasi militer selain perang) terdapat 14 tugas, tapi tidak menyebutkan tentang tugas menstabilkan harga pangan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua I dari Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. Pernyataan TB Hasanuddin ini menyikapi permintaan Presiden Joko Widodo agar jajaran TNI dan Polri ikut berperan dalam menstabilkan harga pangan.

"Saya menyarankan kiranya berkenan presiden meninjau ulang perintah atau keputusannya tersebut," kata TB Hasanuddin sambil menegaskan bahwa ia menaruh rasa hormat kepada TNI yang telah dengan patuh dan taat kepada UU yang dibuat di era reformasi, dan bila mau jujur TNI lah yang paling reformis dibandingkan dengan lembaga-lembaga lainnya .


Selain tidak sesuai dengan UU, lanjut TB Hasanuddin, TNI juga tidak terlatih untuk ikut menstabilkan harga pangan. TNI disiapkan dan dilatih secara keras untuk melakukan pertempuran dalam rangka menjaga dan melindungi keutuhan dan kedaulatan NKRI.

"Dan sampai saat ini mereka belum dilatih di bidang pengendalian harga pasar," kata TB Hasanuddin beberapa saat lalu (Sabtu, 30/1).

Ketiga, lajut TB Hasanuddin, sampai saat ini belum ada aturan atau prosedur baku keterlibatan TNI di bidang pengawasan dan pengendalian harga. Karena itu, jangan sampai terjadi overlaping kebijakan atau malah terjadi konflik dengan pemangku kepentingan lainnya, khususnya pengawasan pasar dan kontrol harga .

"Sekali lagi dengan segala hormat agar keterlibatan TNI dalam mengontrol harga pasar dapat dipertimbangkan ulang," demikian TB Hasanuddin. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya