Berita

Mustofa Bisri/net

Gus Mus: Radikalisme Tidak Hanya Disebabkan Faktor Ekonomi

JUMAT, 29 JANUARI 2016 | 07:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tokoh nasional KH. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menerima penghargaan MURI untuk rekor seniman seni lukis klelet rokok kretek pertama yang membuat pameran di Galeri Nasional. Rekor MURI kategori budaya ini ia terima pada perayaan ulang tahun ke-26 MURI di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis malam (28/1).

Usai acara, Gus Mus memberikan komentar kepada wartawan terkait fenomena radikalisme dan ekstremisme yang belakangan kembali muncul mengusik ketenangan masyarakat.

Menurut Gus Mus, keinginan seseorang untuk bergabung dengan kelompok radikal tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi, yang sering disebut banyak orang sebagai dalang. Ia justru melihat faktor terbesar yang menjadi penyebab adalah kurangnya pemahaman terhadap agama.


Kiai sekaligus penyair ini menambahkan, seringkali semangat beragama tidak diimbangi dengan pemahaman agama yang baik.

"Semangat dengan pemahaman beragama itu harus seimbang. Pemerintah harus menyadari itu merupakan ancaman yang serius dan masyarakat harus kembali pada jati dirinya sebagai orang yang berketuhanan, berkemanusiaan yang adil dan beradab," kata Gus Mus yang kini sudah berusia 71 tahun.

Ia juga mengkritik pemerintah yang dinilai tidak kreatif menangani akar radikalisme dan ekstremisme. Tegas dia, perubahan peraturan sebanyak apapun tidak akan banyak menyelesaikan persoalan.

"Dulu zaman orde lama, politik dijadikan panglima. Zaman Soeharto diubah menjadi ekonomi. Sekarang politik kembali dijadikan panglima. Tidak kreatif, mbok ya dicoba sekali-kali budaya dijadikan panglima," tukas Gus Mus, sambil menambahkan kita terlalu fokus ke ekonomi dan politik. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya