Berita

foto: net

Politik

Senator Apresiasi Unpad Gratiskan Biaya Pendidikan Dokter

KAMIS, 28 JANUARI 2016 | 22:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Terobosan luar biasa yang dilakukan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung yang menggratiskan biaya pendidikan mahasiswa baru program studi Sarjana Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Spesialis di Fakultas Kedokteran mulai 2016 adalah solusi konkret persoalan kekurangan dan ketidakmerataan dokter yang sudah berlangsung puluhan tahun di Indonesia. Ketersediaan dokter yang merata dipastikan akan membuat derajat kesehatan rakyat Indonesia akan meroket.

"Apa yang dilakukan Unpad ini mengingatkan kita dengan apa yang dilakukan para dokter Stovia dulu yang jadi motor kebangkitan nasional. Kodratnya kampus memang jadi agen perubahan, jadi solusi bangsa dan Unpad meneguhkan peran itu lagi. Kami sangat salut dan mengapresiasi. Ini solusi konkret kekurangan dan ketidakmerataan dokter yang sudah akut dan menahun tanpa solusi konkret dari negara," ujar Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris di Jakarta, Kamis (28/1).

Menurut Fahira, yang salah satu lingkup tugasnya pengawasan bidang kesehatan ini, salah satu persoalan serius dunia kesehatan di Indonesia adalah kekurangan dan ketidakmerataan tenaga dokter dan dokter spesialis. Faktor terbesar dari terciptanya kondisi ini adalah mahalnya biaya kuliah di fakultas kedokteran. Biaya kuliah yang tinggi secara tidak langsung juga disinyalir punya pengaruh terhadap kualitas moral dan profesionalisme dokter, salah satunya enggan bertugas di tempat yang terpencil.


"BPJS, JKN, berobat gratis, ataupun program pemerintah yang lainnya tidak akan berhasil jika tenaga kesehatan terutama dokter dan dokter spesialis tidak tersedia. Kunci semua program kesehatan itu ada di ketersedian tenaga kesehatan. Makanya, biaya kuliah gratis jadi solusi untuk meretas semua persoalan tenaga kesehatan yang memang kompleks ini," jelas Senator asal Jakarta ini.

Jika skema kuliah kedokteran gratis Unpad diterapkan di semua PTN yang ada di Indonesia, Fahira optimis, dalam 10 tahun ke depan, derajat kesehatan rakyat Indonesia akan 'meroket', karena rasio antara jumlah dokter dan jumlah penduduk bisa seimbang. Fahira mengungkapkan, sangat banyak anak-anak muda yang punya potensi dan keinginan besar menjadi dokter, tetapi terpaksa mengurungkan niatnya, karena harus mengeluarkan biaya, yang bagi mereka tidak masuk akal.

Untuk itu, Fahira berharap, langkah Unpad ini ditiru oleh PTN dan semua Pemda yang ada di Indonesia sehingga persoalan kekurangan dan ketidakmerataan dokter bisa teratasi. Skema yang terapkan Unpad, menggratiskan biaya kuliahnya mahasiswa kedokteran melalui beasiswa yang dikeluarkan pemerintah daerah dari 27 Kota/Kabupaten di Jawa Barat maupun beasiswa dari berbagai pihak, termasuk instansi swasta adalah terobosan luar biasa. Nantinya, para dokter yang kuliah gratis ini wajib mengabdi di wilayah/instansi yang ditentukan. Sehingga dipastikan, nantinya di seluruh Jawa Barat ketersedian dokter terjamin.

"Ini solusi konkret. Bayangkan di Indonesia,tiga dokter harus melayani 10 ribu penduduk. Kita masih kalah jauh dari Malaysia, di mana 10 ribu penduduk mereka dilayani oleh 9 dokter. Belum lagi kita bicara ketimpangan penyebaran dokter yang 50 persen ada Jawa dan Bali. Ini persoalan serius dan Unpad telah menawarkan solusinya. Mudah-mudahan daerah lain tergerak," tukasnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya