Berita

ilustrasi/net

Dunia

Dikritik Seksis, Oxford English Dictionary Minta Maaf

KAMIS, 28 JANUARI 2016 | 17:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

RMOL. Penerbit kamus bahasa Inggris ternama Oxford English Dictionary meminta maaf karena memuat kata yang dinilai seksis.

Oxford Dictionaries dinilai seksis karena memasangkan kata "rabid" (fanatik) dengan contoh frase "rabid feminist" (fanatik feminis).

Kritik tersebut dilayangkan oleh seorang antropolog Kanada yang juga merupakan  mahasiswa doktoral di Memorial University of Newfoundland Michael Oman-Reagan.


Ia juga menunjuk sejumlah contoh lainnya dalam kamus Oxford, seperti "shrill" (lengking) yang dicontohkan dengan kalimat "Peningkatan lengkingan suara wanita". Juga contoh kalimat pada kata "psyche" yang memberi contoh kalimat "Aku tidak akan benar-benar memahami jiwa perempuan".

Raegan pun mencontohkan bentuk seksis lainnya dalam kamus Oxford karena kerap melekatkan kata berkonotasi negatif dengan contoh kalimat yang merujuk pada perempuan, seperti kata "grating". Kata tersebut didefinisikan "terdengar keras dan tidak menyenangkan". Bersamaan dengan kata itu dilampirkan contoh kalimat "her high, grating voice", tepatnya menempatkan perempuan sebagai subjek dari kata berkonotasi negatif tersebut.

Ia membadingkan sejumlah kata dan contoh kalimat yang dilampirkan. Dalam beberapa hal ditemukan bahwa kata-kata berkonotasi positif cenderung dicontohkan dengan menggunakan subjek pria (he), sedangkan kata yang berkonotasi negatif dilekatkan pada subjek wanita (she).

Sebagai contoh, kata "housework" dicontohkan dengan kalimat "she still does all the housework". Sedangkat kata "research" dicontohkan dengan kalimat"He prefaces his study with a useful summary of his own researches."

"Mengapa Oxford Dictionary of English menggambarkan perempuan sebagai 'feminis fanatik' dengan berbicara misterius 'jiwa' dalam 'suara melengking' yang tidak bisa melakukan penelitian atau memegang PhD, tetapi dapat melakukan 'semua pekerjaan rumah tangga'?" kata Raegan dalam tulisan yang dipublikasikan di platform akademik.

Mulanya, kritik Raegan dibalas dengan komentar yang meremehkan oleh Oxford Dictionaries di akun twitternya. Namun pihak Oxford segera meminta maaf dan berjanji akan segera menrevisi contoh-contoh tersebut.

Kami meminta maaf atas pelanggaran yang disebabkan oleh komentar ini disebabkan," kata pernyataan Oxford University Press, dikutip The Guardian pekan ini. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya