Indonesia dan Jepang saling melengkapi, mengisi dan membutuhkan. Jepang merupakan mitra pembangunan terpenting bagi Indonesia, sementara Indonesia juga telah menopang keberlangsungan perekonomian Jepang.
Hal itu dikatakan Duta Besar RI untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra dalam diskusi awal tahun dengan Federasi Bisnis Jepang (Keidanren), asosiasi bisnis paling terkemuka di Jepang di Kantor Pusat Keidanren, Tokyo, tanggal 18 Januari 2016. Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan lembaga think tank Keidanren, Keizai Koho Center (KKC).
Dubes Yusron menyambut baik karena di tengah kondisi perekonomian kawasan dan global yang cukup menantang di tahun 2015 lalu, hubungan ekonomi kedua negara tumbuh kuat.
"Total nilai izin prinsip investasi yang dikeluarkan kantor investasi Indonesia di Tokyo tahun 2015 meningkat 96% dibandingkan tahun 2014. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan dunia usaha Jepang akan prospek jangka panjang dari perekonomian Indonesia," demikian dicontohkan Dubes Yusron.
Kecenderungan baru yang menarik, katanya, adalah tumbuh pesatnya jumlah wisatawan Indonesia ke Jepang, dengan laju pertumbuhan 30% per tahun dalam beberapa tahun terakhir ini.
"Jika kecenderungan ini terus berlanjut, paling lama 4 tahun lagi, pada tahun 2019, jumlah turis Indonesia ke Jepang akan lebih banyak daripada turis Jepang ke Indonesia," imbuh Dubes Yusron dalam acara yang berlangsung dalam bentuk breakfast discussion dengan format peserta terbatas, yaitu 25 orang yang semuanya merupakan pimpinan perusahaan-perusahaan terkemuka Jepang.
Dengan berbagai tantangan yang ada, Bank Dunia sebenarnya telah menurunkan estimasi pertumbuhan global di tahun 2016, dari perkiraan semula 3,3% menjadi 2,9 %. Sementara itu, perekonomian negara berkembang secara keseluruhan diperkirakan tumbuh 4,9%. Namun demikian terkait Indonesia, kata Dubes Yusron, Bank Dunia justru memprediksi Indonesia tumbuh lebih pesat dari tahun 2015 dan juga lebih tinggi dari rata-rata negara berkembang lainnya, yaitu 5,3%.
Karenanya, Dubes mendorong dunia usaha Jepang untuk terus meningkatkan kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi dengan Indonesia. Mulai berlakunya Masyakarat Ekonomi ASEAN (MEA) dinilai sebagai momentum yang baik.
"Manfaat MEA akan dirasakan tidak hanya oleh negara-negara ASEAN melainkan juga negara-negara lainnya. Hal ini mengingat MEA dirancang sebagai kerangka kerjasama yang outward looking, sehingga MEA tidak akan membuat negara-negara ASEAN menutup diri, melainkan sebaliknya akan semakin memudahkan negara-negara dari luar kawasan untuk meningkatkan aktivitas perekonomiannya di ASEAN," demikian dijelaskan Dubes Yusron.
Turut menghadiri acara ini antara lain Bapak Shigeo Ohyagi, Ketua Komite Jepang �" Indonesia Keidanren dan Chairman dari Teijin International Ltd.; Bapak Satoshi Mukuta, Senior Managing Director Keidanren; serta Bapak Masakazu Kubota, Presiden Keizai Koho Center.
[dem]