Berita

Dunia

Dubes Yusron: Indonesia-Jepang Saling Melengkapi

RABU, 27 JANUARI 2016 | 16:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia dan Jepang saling melengkapi, mengisi dan membutuhkan. Jepang merupakan mitra pembangunan terpenting bagi Indonesia, sementara Indonesia juga telah menopang keberlangsungan perekonomian Jepang.

Hal itu dikatakan Duta Besar RI untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra dalam diskusi awal tahun dengan Federasi Bisnis Jepang (Keidanren), asosiasi bisnis paling terkemuka di Jepang di Kantor Pusat Keidanren, Tokyo, tanggal 18 Januari 2016. Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan lembaga think tank Keidanren, Keizai Koho Center (KKC).

Dubes Yusron menyambut baik karena di tengah kondisi perekonomian kawasan dan global yang cukup menantang di tahun 2015 lalu, hubungan ekonomi kedua negara tumbuh kuat.


"Total nilai izin prinsip investasi yang dikeluarkan kantor investasi Indonesia di Tokyo tahun 2015 meningkat 96% dibandingkan tahun 2014. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan dunia usaha Jepang akan prospek jangka panjang dari perekonomian Indonesia," demikian dicontohkan Dubes Yusron.

Kecenderungan baru yang menarik, katanya, adalah tumbuh pesatnya jumlah wisatawan Indonesia ke Jepang, dengan laju pertumbuhan 30% per tahun dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Jika kecenderungan ini terus berlanjut, paling lama 4 tahun lagi, pada tahun 2019, jumlah turis Indonesia ke Jepang akan lebih banyak daripada turis Jepang ke Indonesia,"  imbuh Dubes Yusron dalam acara yang berlangsung dalam bentuk breakfast discussion dengan format peserta terbatas, yaitu 25 orang yang semuanya merupakan pimpinan perusahaan-perusahaan terkemuka Jepang.

Dengan berbagai tantangan yang ada, Bank Dunia sebenarnya telah menurunkan estimasi pertumbuhan global di tahun 2016, dari perkiraan semula 3,3% menjadi 2,9 %. Sementara itu, perekonomian negara berkembang secara keseluruhan diperkirakan tumbuh 4,9%. Namun demikian terkait Indonesia, kata Dubes Yusron, Bank Dunia justru memprediksi Indonesia tumbuh lebih pesat dari tahun 2015 dan juga lebih tinggi dari rata-rata negara berkembang lainnya, yaitu 5,3%.

Karenanya, Dubes mendorong dunia usaha Jepang untuk terus meningkatkan kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi dengan Indonesia. Mulai berlakunya Masyakarat Ekonomi ASEAN (MEA) dinilai sebagai momentum yang baik.

"Manfaat MEA akan dirasakan tidak hanya oleh negara-negara ASEAN melainkan juga negara-negara lainnya. Hal ini mengingat MEA dirancang sebagai kerangka kerjasama yang outward looking, sehingga MEA tidak akan membuat negara-negara ASEAN menutup diri, melainkan sebaliknya akan semakin memudahkan negara-negara dari luar kawasan untuk meningkatkan aktivitas perekonomiannya di ASEAN," demikian dijelaskan Dubes Yusron.

Turut menghadiri acara ini antara lain Bapak Shigeo Ohyagi, Ketua Komite Jepang �" Indonesia Keidanren dan Chairman dari Teijin International Ltd.; Bapak Satoshi Mukuta, Senior Managing Director Keidanren; serta Bapak Masakazu Kubota, Presiden Keizai Koho Center. [dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Wall Street Merah Sambut Keputusan The Fed

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:21

Piutang Pajak Tidak Tertagih Tembus Rp47,4 Triliun di Akhir 2025

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:02

Perpres Baru Bakal Jadi Landasan Utama Tata Kelola Distribusi LPG 3 Kg

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:45

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Jaringan IRGC di Selat Hormuz

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:30

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5-3,75 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:16

Bursa Eropa Melemah, Sektor Barang Mewah Seret Pergerakan Pasar

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:59

AMG Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern Pertama di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:54

MUI Segera Bawa Naskah RUU Anti-LGSP ke DPR dan Pemerintah

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:28

Pembakar Rumah Hakim PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:13

Operator Jangan Bebankan Biaya Tambahan Pasca Putusan MK

Kamis, 30 Juli 2026 | 05:43

Selengkapnya