Berita

GKR Hemas

Politik

GKR Hemas Berharap Amandemen UUD Dilakukan Tahun Ini

RABU, 27 JANUARI 2016 | 16:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wacana amandemen UUD 1945 sudah menjadi topik pembahasan yang dianggap perlu untuk dilakukan. DPD RI sendiri berharap agar amandemen UUD 1945 tersebut dapat dilakukan pada tahun 2016. Hal tersebut dilakukan untuk tujuan penyempurnaan sistem ketatanegaraan yang lebih mendasarkan pada kepentingan bangsa dan negara.

Wakil Ketua DPD, GKR Hemas mengatakan adanya amandemen UUD 1945 dapat memperbaiki sistem ketatanegaraan yang saling tumpang tindih.

"Sebetulnya bagi DPD berharap di 2016 terjadi amandemen atau perubahan konstitusi. Karena memang kita ada hal yang menyangkut selain hubungan antar lembaga juga sistem antar lembaga dengan sistem yang tumpang tindih," sebut GKR Hemas saat menjadi narasumber di seminar mengenai amandemen UUD 1945 di Universitas Indonesia, Depok, Rabu (27/1).


Terdapat sepuluh isu strategis hasil kajian Kelompok Anggota DPD di MPR yang dijadikan dasar. Yaitu memperkuat sistem presidensial, memperkuat lembaga perwakilan, memperkuat otonomi daerah, calon presiden perseorangan, pemilihan pemilu nasional dan pemilu lokal (yang terlaksana tahun lalu), forum previlegiatum, optimalisasi peran Mahkamah Konstitusi, penambahan pasal HAM, penambahan bab komisi negara, dan penajaman bab tentang pendidikan dan perekonomian.

Dalam seminar yang juga dihadiri oleh Mahmud MD, Syaiful Sulun, dan Agun Gunandjar Sudarsa tersebut, Senator asal DI Yogyakarta tersebut juga mengatakan bahwa melalui amandemen UUD 1945, DPD sebagai lembaga perwakilan daerah akan lebih maksimal dalam mewujudkan aspirasi daerah melalui perluasan kewenangan yang dimiliki.

"(Amandemen UUD 1945) termasuk juga adanya kewenangan DPD yang tentu masih diharapkan bisa benar-benar untuk kepentingan daerah. Sehingga punya kepastian bersama untuk memutuskan bersama Pemerintah dan DPR. Jadi kita tidak mempermasalahkan dua kamar, tetapi demi kepentingan yang diharapkan DPD punya kewenangan," ujarnya.

GKR Hemas sendiri berharap agar wacana amandemen UUD 1945 saat ini tidak dapat dimundurkan lagi. Dirinya beranggapan tahun 2016 merupakan saat yang tepat untuk dilakukannya amandemen 1945 untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Tahun ini memenuhi syarat karena semua pihak sekarang sudah bicara amandemen UUD 1945. Tahun berikutnya agenda politik akan disibukkan oleh banyak hal menuju pemilihan umum 2019. Maka melihat situasi dan kondisinya, perubahan kelima UUD 1945 hendaknya dapat segara kita tunaikan," kata istri dari Sri Sultan Hamengkubuwono X ini seperti dalam rilis Humas DPD. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya