Berita

Lingkungan Pendidikan Harus Steril Dari Paham Radikalisme dan Terorisme

RABU, 27 JANUARI 2016 | 10:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Propaganda paham radikalisme dan terorisme melalui buku-buku untuk Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tak bisa dipandang sebelah mata. Dunia pendidikan apalagi anak-anak harus benar-benar bersih dari hal-hal negatif semacam itu.

"Jangan ada toleransi bagi pihak-pihak yang secara sengaja atau tidak melakukan propaganda radikalisme dan terorisme dengan menyusupkannya dalam buku-buku pelajaran. Ini sangat berbahaya karena anak kecil memiliki daya ingat abadi yang terbawa sampai dewasa," kata Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA, Selasa (26/1).

Dikatakan, propaganda paham radikalisme dan terorisme yang disusupkan melalui buku-buku pendidikan untuk murid SD dan TK harus dihentikan. Oleh karenanya dia meminta insan pendidikan diminta waspada dan mensterilkan lingkungan pendidikan dari paham-paham radikalisme dan terorisme.


"Anak-anak adalah masa depan bangsa yang harus 'bersih' dari paham-paham negatif," katanya.
 
Dia pun meminta bila memang terbukti adanya buku-buku pelajaran yang disisipi propaganda radikalisme atau bahkan terorisme, segera dilaporkan ke Kementerian Agama atau pihak berwenang lainnya. Menurutnya saat ini Kementerian Agama telah diberi kewenangan untuk mengontrol konten buku-buku pelajaran agama.

"Segera laporkan bila menemukan bukti-bukti di lapangan agar nantinya bisa langsung ditindaklanjuti dan ditarik," katanya.

Kampus UIN Jakarta sendiri pernah kecolongan dengan dijadikan tempat berikrarnya para pendukung ISIS di awal keberadaan mereka di Indonesia tahun 2014 lalu. Sejak itu, Prof Dede langsung melakukan pembersihan besar-besaran sehingga saat ini UIN telah bebas dari berbagai ancaman dan penyebaran radikalisme.

"Langkah apapun kalau berurusan dengan radikalisme pasti tidak kami dukung dan tidak kami benarkan. Kami di UIN sangat mendukung moderasi Islam Moderat yaitu Islam yang rahmatan lil alamin. Pokoknya apapun namanya radikalisme itu, apakah dalam kontek agama, politik dan lain-lainnya, tetap sama saja niatnya merusak," terang Prof Dede Rosyada.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya