Berita

djoko susilo/net

Kabar Duka, Mantan Dubes Djoko Susilo Meninggal Dunia

SELASA, 26 JANUARI 2016 | 12:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Innalilahi wa ina ilaihi rojiun. Kabar duka untuk bangsa Indonesia karena kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya.

Hari ini telah wafat mantan Dubes RI untuk Swiss, Djoko Susilo (55). Ia dikabarkan wafat karena serangan jantung beberapa waktu lalu.

Saat kabar duka ini diterima redaksi, jenazah mantan anggota DPR RI yang juga eks wartawan Jawa Pos ini masih berada di RS Ali Sibro, Jalan Warung Silah, Jakarta Selatan.


Sejak bertugas sebagai Dubes di Swiss pada Maret 2010 (sampai 2014), lelaki kelahiran Boyolali, 6 Juli 1961, ini dikenal lewat beberapa gebrakannya. Salah satunya gencar mempromosikan budaya Indonesia. Setidaknya ada 14 pameran berskala internasional di Swiss sepanjang tahun 2011. Dalam setiap pameran, Indonesia mendapat kuota lima UKM.

Gebrakan nyata Djoko lainnya menyangkut pengembangan sumber daya manusia dan pengatahuan. Djoko menggelar kerjasama dalam pengadaan beasiswa pendidikan di Swiss. Djoko terus meningkatkan kerjasama bilateral Indonesia-Swiss sehingga hambatan perdagangan kedua negara terus berkurang. Sementara di internal KBRI, Djoko terus memperbaiki pelayanan sehingga birokrasi menjadi mudah.

Ia juga pernah dengan tegas menolak kunjungan kerja DPR yang asal-asalan. Bila kegiatan yang dilakukan kurang dari 70 persen waktu kunjungan, Djoko langsung memberi instruksi: tidak usah diurus rombongan Dewan yang hanya mau berwisata, dan jangan menstempel formulir surat perintah perjalanan dinas-bukti pertanggungjawaban penggunaan dana untuk perjalanan itu. Sikap keras Djoko ini langsung mendapat reaksi keras dari Wakil Ketua DPR saat itu, Priyo Budi Santoso dan fraksi-fraksi di DPR.

Kiprah nasionalnya terakhir adalah ketika duduk sebagai salah satu anggota Tim 9 bentukan Menpora Imam Nahrawi. Saat itu ia menjadi sorotan karena menyebut PSSI dan klub-klub Liga Super Indonesia (LSI) sebagai sarang mafia dan tempat pencucian uang. Ia kemudian ditunjuk kembali menjadi anggota Tim Transisi Tata Kelola Sepakbola Nasional. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya