Berita

Politik

Jokowi Harus Bisa Bedakan Ekonomi Konstitusi dan Ekonomi Prostitusi!

SENIN, 25 JANUARI 2016 | 14:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perdebatan pola pengelolaan Blok Masela apakah di darat atau di laut dinilai sudah kontraproduktif dan buang-buang waktu.

Padahal kalau Presiden Joko Widodo berpedoman kepada sumpahnya, memegang teguh konstitusi UUD 1945, tidak perlu melakukan pemborosan dengan membayar mahal konsultan asing "independen" serta Faisal Basri dkk sebagai partner lokalnya.
 
Hal ini disampaikan anggota senior Indonesian Resources Studies (Iress) Adhie M Massardi kepada Kantor Berita Rakyat Merdeka Online menanggapi desakan Faisal Basri dkk agar dalam hal Blok Masela Jokowi mengikuti kemauan investor asing yang menghendaki pola FLNG (di laut).
 

 
"Mungkin sulit ya memahami Ekonomi Konstitusi, terutama dalam perspektif pengelolaan ESDM kita. Jangankan Jokowi, intelektual atau akademisi kita saja banyak yang tidak paham. Mengingat mazab fundamentalisme pasar yang dikembangkan Widjojo Nitisastro Cs sudah berjalan puluhan tahun. Dan kini diteruskan oleh generasi ketiga Faisal Basri dkk," tutur Adhie.
 
Makanya, untuk memudahkan pemahamannya, kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB.) ini menganalogikan fundamentalisme pasar (neolib) dengan praktek prostitusi yang lebih banyak dipahami orang.
 
"Kalau seseorang mengeluarkan uangnya untuk membiayai gadis (kembang) desa ke salon, membelikan busana trendi dan bahkan operasi plastik, lalu membekalinya gadget dengan teknologi terbaru, tapi kemudian gadis itu dijual di bursa seks, maka modal yang dikeluarkan orang itu tidak layak disebut investasi," katanya.
 
"Begitulah 'ekonomi prostitusi'. Selain melanggar undang-undang, prostitusi hanya menguntungkan muncikari (pemilik modal) dan para penjaga keamanannya (pejabat negara) belaka. Sedangkan yang bersangkutan (gadis desa) hanya dieksploitasi, dan menimbulkan kerusakan (moral) lingkungan," kata Adhie.
 
"Dalam perspestif ESDM, gadis desa itu adalah tambang emas Grasberg di Papua yang diekspoitasi Freeport-McMoRan Copper & Gold sejak 1967, dan hampir seluruh sumber daya alam kita yang konsesinya dikuasakan kepada pihak asing. Memang hanya menguntungkan para muncikari dan jaringannya saja. Sedangkan rakyat hanya memperoleh bencananya," masih katanya.
 
Makanya, Sekjen MKRI (Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia) ini mendorong agar  pemerintah agar ke depan, pola pengelolaan ESDM menggunakan mekanisme Ekonomi Kontitusi.
 
"Ekonomi Konstitusi itu ibarat gadis (kembang) desa yang oleh seseorang dibiayai untuk meperoleh pendidikan kebidanan (kesehatan, dll), kemudian dibuatkan rumah sederhana di desanya untuk dijadikan tempat praktek (klinik) bersama teman-temannya. Tentu dibelikan juga peralatan medis secukupnya. Ini baru layak disebut investasi. Bermanfaat, membawa keberkahan pada banyak orang dan lingkungannya," jelas Adhie.
 
"Masyarakat bukan saja ikhlas bila si pemilik modal kemudian mendapat beberapa persen keuntungan klinik, tapi Tuhan niscaya juga memberikan pahala kepadanya. Begitulah praktek Ekonomi Konstitusi, yang harus dipakai dalam menjalankan pengelolaan kekayaan alam kita."
 
"Kalau dengan analogi prostitusi seperti ini pemerintahan Jokowi masih tidak paham juga, jangan-jangan memang harus dengan cara revolusi (mental)," pungkas Adhie Massardi.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya