Berita

lalu mara/net

KISRUH GOLKAR

Lalu Mara: Kubu Agung Laksono Jangan Ngarep Menang WO

MINGGU, 24 JANUARI 2016 | 13:05 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ketua Umum Golkar hasil Munas Bali‎ Aburizal Bakrie (ARB) sudah memberikan segalanya, termasuk menawarkan cara penyelesaian menyeluruh. Tawaran ARB  ‎yang disampaikan secara terbuka dan formal dalam pidato politik pembukaan Rapimnas ini seharusnya dimanfaatkan oleh seluruh kader termasuk dari pihak Agung Laksono dengan ikut serta sebagai peserta Rapimnas.

Demikian disampaikan Wakil Sekjen Golkar hasil Munas Bali, Lalu Mara Satria Wangsa. Dengan sebagai peserta, lanjut Lalu Mara, kubu Agung bisa memilih ikut di sidang komisi yang akan dibagi menjadi tiga, dan salah satunya yang paling hangat adalah komisi bidang organisasi. ‎Disanalah mereka harus meyakinkan peserta yang merupakan pemilik suara yang sah. 

‎"Kan mudah sekali meyakinkan 2/3 pemilik suara. Tanpa perlu harus keliling ke seluruh Indonesia.‎ Jangan ngomong di media, karena media tidak punya hak suara di Rapimnas," kata Lalu Mara kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Minggu, 24/1). 

‎"Dan jangan pula nunggu disuapin atau nunggu matang. Harus kerja. Ibaratnya, sebelum jadi nasi, kan harus ngebajak sawah, menanam sawah dengan bibit unggul, menyirami, merawat, baru akhirnya baru bisa manen. ‎Jangan mau manen saja tanpa ikut ngebajak sawah, menanam, menyiram, dan merawat," sambung Lalu Mara. ‎

Sebagai politisi dan kader Golkar, lanjut Lalu Mara, tentu semuanya tahu aturan organisasi. Dan sebagai aktivis atau pejuang organisasi tahu bahwa perdebatan yang akhirnya mengambil keputusan dimulai dari sidang komisi terus di bawa ke paripurna. 

‎"Bukan ngomong di media. Kalau masih ngomong di media tanpa ikut Rapimnas, Ini sih yang ngebajak siapa, yang mau manen siapa? Kan gak nemu. Petani aja marah kalau padi yang dia tanam dan rawat terus dipanen sama orang lain! He he," sindir Lalu Mara. 

‎Lalu Mara pun mengibaratkan persoalan ini dengan ‎Liga Champions. Munas Bali ini sudah unggul 2-0 di leg kedua. Pertandingan belum selesai, tiba-tiba mantan wasit masuk ke lapangan dan menghentikan pertandingan dengan bilang pertandingan dianggap tidak ada, dan akan ada pertandingan lagi nanti. 

‎"Yang berentiin mantan wasit, bukan wasit resmi. Ya wajar wasit resmi protes, pemain protes, dan penonton pun marah," sindir Lalu Mara lagi, terkait Mahkamah Partai Golkar pimpinan Muladi yang sudah habis kepengurusan seiring dengan berakhirnya hasil Munas Riau. 

Meski demikan, masih kata Lalu Mara, dengan rendah hati ARB menawarkan pertandingan yang sesuai dan diatur AD/ART. Artinya, sebelum laga dimulai harus dibahas persiapan dan mekanisme lewat Rapimnas. 

‎"Oleh karenanya mereka harus ikut Rapimnas, dan yakinkan dong pemilik suara agar mau buat pertandingan ulangan he he.Kalau mau ngarep menang WO, lah mana bisa. Timnya aja sudah dicabut sebagi tim oleh Menkumham atas perintah Mahkamah Agung he he," ungkap Lalu Mara.

‎Lalu Mara menambahkan, mana ada di politik menang tanpa keringat (kerja) alias menang WO. Dan tampaknya kubu Agung seperti ngarep menang WO. 

 ‎"Sudah diputuskan tidak sah sebagai tim, sudah dicabut SK-nya oleh Menkumham atas perintah MA, terus mau ngarep pula menang WO," demikian Lalu Mara. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya